Foto: Corbis
JAKARTA - Rupiah pada perdagangan hari ini berhasil menguat ke posisi Rp9.455,5 per USD menyusul indeks harga saham gabungan (IHSG) yang berhasil rebound. Selain itu, nilai tukar mata uang Indonesia ini juga bertahan di bawah level Rp9.500 per USD.
Rupiah pada perdagangan Senin (28/12/2009) ditutup menguat ke posisi Rp9.455,5 per USD dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp9.505 per USD.
Rupiah menguat menyusul kebutuhan korporasi akan dolar Amerika. Di mana banyak perusahaan menyelesaikan kebutuhan pembayaran berdenominasi dolar sebelum akhir tahun, di mana sudah banyak hari libur Natal dan Tahun Baru. "Setelah libur panjang setelah hari raya Natal, hari ini rupiah dibuka menguat pada level Rp9.470 dan traded lowest di Rp9.430 menjelang sesi pertama berakhir," demikian diungkapkan buletin OCBC NISP yang diterima okezone, di Jakarta, Senin (28/12/2009).
Sebagai informasi, rapat Dewan Gubernur perdana di tahun depan akan digelar pada 6 Januari 2010 mendatang yang diawali dengan data inflasi dan trade balance pada 4 Januari 2010.
Seperti dikutip dari Valbury Securities, dolar tertekan untuk pertama kalinya sejak lima sesi terakhir, seiring buruknya data penjualan rumah (new home sales) yang kembali menurunkan optimisme pada kondisi ekonomi terkini. Terhadap euro, USD turun 0,5 persen ke level 1.4323, terhadap yen dolar melemah 0,2 persen ke level 91,68, setelah sempat mencetak high di level 91,87 yang merupakan level tertinggi harian sejak Oktober silam.
Poundsterling turun 0,1 persen terhadap USD setelah minutes dari sidang BoE terakhir menunjukkan bahwa bank sentral Inggris tersebut masih terbuka dengan kemungkinan ekspansi dana yang digunakan dalam program pembelian aset bermasalah. Analis juga melihat bahwa penurunan dolar tak lebih sebagai aksi ambil untung para pelaku pasar terhadap kenaikan dolar akhir-akhir ini.
(css)