Foto: Koran SI
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akhirnya mengumumkan dua badan usaha Migas untuk mendampingi PT Pertamina (persero) dalam distribusi BBM jenis tertentu (public service obligation/PSO) pada 2010. Kedua pendamping Pertamina tersebut adalah PT AKR Corporindo dan PT Petronas Niaga Indonesia.
Hal itu diumumkan langsung oleh Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat Penyerahan Surat Keputusan Kepala BPH Migas tentang Penugasan dan Pelaksanaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM Tertentu Tahun 2010, di kantor BPH Migas, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Senin (28/12/2009).
Seperti diketahui, pemerintah pada 2010 akan menyalurkan BBM PSO sebesar 36,54 juta kiloliter (KL) dengan perincian premium 21,454 juta KL, kerosin/minyak tanah 3,8 juta KL, dan minyak gas 11,2 juta KL.
Dengan ditunjuknya pendamping Pertamina PSO ini diharapkan tidak akan ada lagi keluhan kelangkaan BBM bersubsidi di seluruh pelosok Indonesia. "Kami berharap baik Petronas maupun AKR Corporindo untuk menunjukkan performa yang baik dalam mendistribusikan BBM agar lebih merata," ujarnya.
AKR nantinya akan beroperasi di wilayah Medan dan sekitarnya, Pontianak, Banjarmasin, Lampung. Sedangkan untuk Petronas hanya beroperasi di wilayah Medan saja.
BPH Migas pun berjanji akan menerapkan equal treatment kepada setiap badan usaha dalam menjalankan tugas tersebut. "Kita akan menerapkan equal treatment kepada setiap badan usaha," pungkasnya.
Sedianya, acara ini akan dihadiri oleh Menteri ESDM Darwin Z Saleh. Namun batal hadir karena adalah rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian pada pagi ini sehingga diwakilkan oleh Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Legowo.
(ade)