Boediono Prioritaskan Krisis Listrik di Riau & Kaltim

Amir Sarifudin - Okezone
Senin, 28 Desember 2009 16:32 wib
Boediono. Foto: Koran SI
Boediono. Foto: Koran SI
BALIKPAPAN - Riau dan Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini menjadi target 100 hari kerja bagi Wakil Presiden Boediono dalam penanganan soal listrik. Penanganan tersebut diprioritaskan karena dua daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki pasokan sumber minyak dan gas.

"Riau dan Kaltim tercatat memiliki pasokan sumber daya alam gas, minyak, dan batu bara. Sehingga didahulukan untuk penanggulangan listrik karena juga dibutuhkan energi listrik untuk pembangunan,” tukas Boediono, saat di berada di "VVIP" Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (28/12/2009).

Menurut Boediono, 2010 akan menjadi tahap pembangunan fisik di kedua daerah tersebut sehingga persoalan listrik diharapkan bisa selesai pada 2011 mendatang.

“Pembangunan fisik 2010 di Kaltim, dan diharapkan pada 2011 Kaltim bebas dari masalah listrik,” katanya.

Kehadiran Boediono didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sukri Wahid yang mendampingi Wapres bersama Pangdam Tanjungpura, Kapolda Kaltim, serta Walikota Balikpapan Imdaad Hamid.

Di sisi lain, Menneg BUMN Mustafa Abubakar menegaskan bahwa pihaknya menunggu komitmen dari Dirut PLN yang baru Dahlan Iskan yang memiliki terobosan konsep radikal seperti pembangunan pembangkit di bawah kapasitas 600 MW dapat dilakukan oleh investor lokal nasional.

Sebelumnya, Wapres tidak menjadwalkan kunjungan ke Kaltim. Namun karena cuaca yang tidak bersahabat, pesawat yang membawa mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut mendarat di Bandara Sepinggan.
(ade)
TWITTER »
twit