Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mewajibkan kepada tiga badan usaha pemegang hak distribusi BBM jenis tertentu (public service obligation/PSO) untuk menerapkan sistem online dalam mengontrol volume penyaluran BBM bersubsidi.
"Kepada badan usaha ada kuota harian. Kalau fasilitasnya enggak ada masih bisa pakai SMS. Indonesia di sini terbuka dan online," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat konferensi pers, di kantor BPH Migas, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Senin (28/12/2009).
Dalam kesempatan tersebut, dirilis pula alat yang akan digunakan untuk mengontrol penyaluran BBM bersubsidi. Adapun bentuknya hampir menyerupai mesin debit/kredit card namun dengan alat deteksi barcode.
Nantinya, akan terlihat langsung secara online nama, nomor polisi, dan jumlah BBM yang dibeli. Namun untuk sementara uji coba tersebut baru akan dilakukan di Bintan dan Batam dengan menggunakan kartu kendali.
Seperti diberitakan sebelumnya, BPH Migas akan meluncurkan kartu uji coba jenis bensin premium dan minyak solar dengan sistem tertutup di enam SPBU di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
"Uji coba pada 15 November. Ini hanya untuk pendataan berapa banyak kendaraan di sana," ujar anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo, awal November lalu.
Adapun dalam pendataan pertama untuk uji coba tersebut sudah menjaring 10 ribu kendaraan di Bintan dan bekerja sama dengan Samsat Bintan.
"Itu untuk semua kendaraan yang ada di Bintan diberi kartu, ditempel di kaca. Tapi belum ada pembatasan hanya untuk mendata dan kita bekerja sama dengan Samsat," tambahnya.
Adapun pengadaan pendanaan dalam penyelenggaraan uji coba kartu uji coba jenis bensin premium, minyak solar, dengan sistem tertutup tersebut ditanggung oleh BPH Migas dan BPD Bintan. Namun dirinya enggan untuk menyebutkan besarannya.
Setelah Bintan, rencananya uji coba tersebut akan berlanjut ke daerah Bangka Belitung pada tahun depan, jika anggarannya memungkinkan. "Setelah Bintan akan dilaksanakan di Bangka Belitung. Itu tahun depan kalau anggarannya ada," pungkasnya.
(ade)