Foto: Koran SI
BEIJING - Rata-rata pendapatan tahunan petani di China tercatat sebesar 5.000 yuan (USD732) pada tahun ini karena meningkatnya permintaan pekerja terhadap migran yang mengirim banyak uang untuk dikirim kembali ke daerah pedesaan.
Dilansir dari AFP, Selasa (29/12/2009), pendapatan bersih per kapita petani naik lebih dari enam persen pada 2009 dibandingkan tahun lalu. Seperti diberitakan dari kantor berita Xinhua, pendapatan tersebut naik karena adanya kebijakan pedesaan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Peningkatan ini sebagian didorong oleh pemulihan akan permintaan untuk pekerja migran, seperti pabrik dan perusahaan-perusahaan konstruksi yang mulai mempekerjakan mereka lagi. Ini ditanggapi bila kondisi ekonomi mulai membaik.
Seperti diketahui, hampir 20 juta pekerja migran kehilangan pekerjaan mereka pada awal tahun karena ada pabrik yang tutup atau terjadi pemangkasan produksi sebagai respons terhadap jatuhnya ekspor dari pasar-pasar utama di Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Menurut data resmi yang dikeluarkan pemerintah, saat ini China memiliki sekira 225 juta pekerja imigran. Kendati demikian, pemerintah mengatakan bahwa 96 persen dari mereka telah menemukan pekerjaan baru di kota-kota pada September.
Selain itu, pendapatan yang lebih tinggi di daerah pedesaan telah menciptakan kondisi penting untuk meningkatkan konsumsi domestik, seperti Beijing yang mencari cara mengurangi ketergantungan pada ekspor asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Maka dari itu, dalam rangka semakin pentingnya pemulihan konsumsi pedesaan ke China secara keseluruhan, pemerintah China akan terus menyubsidi biaya konsumsi rumah tangga bagi petani tahun depan.
(ade)