JAKARTA - Pelemahan dolar (konsolidasi), nampaknya membawa angin segar bagi rupiah. Rupiah diproyeksikan akan mengalami kenaikan pada hari ini, Selasa (29/12/2009).
"Masih akan menguat pada hari ini," kata analis valas Toni Mariano, saat dihubungi okezone, Selasa (29/12/2009).
Dijelaskannya, saat ini dolar tengah mengalami sedikit pelemahan. Setelah sebelumnya selama dua pekan berturut-turut mengalami kenaikan. "Sehingga sekarang ini melemah," ucapnya.
Sementara itu, dari sisi dalam negeri dia menjelaskan jika tidak ada faktor yang dapat menggerakan indeks secara significan. Dimana menurutnya kasus Bank Century sudah mulai hilang euforia-nya.
Dia memperkirakan rupiah akan berada dalam kisaran Rp9.420-9.480 per USD dalam perdagangan hari ini.
Sebelumnya, rupiah pada perdagangan kemarin, Senin (28/12/2009) berhasil menguat ke posisi Rp9.455,5 per USD dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp9.505 per USD.
Rupiah menguat menyusul kebutuhan korporasi akan dolar Amerika. Di mana banyak perusahaan menyelesaikan kebutuhan pembayaran berdenominasi dolar sebelum akhir tahun, di mana sudah banyak hari libur Natal dan Tahun Baru.
Sebagai informasi, rapat Dewan Gubernur perdana di tahun depan akan digelar pada 6 Januari 2010 mendatang yang diawali dengan data inflasi dan trade balance pada 4 Januari 2010.
Seperti dikutip dari Valbury Securities, dolar tertekan untuk pertama kalinya sejak lima sesi terakhir, seiring buruknya data penjualan rumah (new home sales) yang kembali menurunkan optimisme pada kondisi ekonomi terkini.
Terhadap euro, USD turun 0,5 persen ke level 1.4323, terhadap yen dolar melemah 0,2 persen ke level 91,68, setelah sempat mencetak high di level 91,87 yang merupakan level tertinggi harian sejak Oktober silam, sementara Poundsterling turun 0,1 persen terhadap USD.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.