Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sektor Komoditas Topang Penguatan IHSG

Widi Agustian , Jurnalis-Selasa, 29 Desember 2009 |08:10 WIB
Sektor Komoditas Topang Penguatan  IHSG
Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali mengalami kenaikan ditopang penguatan saham-saham di sektor komoditas, pada perdagangan hari ini, Selasa (29/12/2009).
 
"Indeks masih akan menguat," kata analis pasar modal dari Finan Corpindo Nusa Edwin Sebayang saat dihubungi okezone di Jakarta, Selasa (29/12/2009).
 
Dimana sektor komoditas, yakni sektor pertambangan khususnya emiten yang bergerak di sektor produksi minyak bumi, serta dari sektor perkebunan. "Kemarin itukan harga minyak naik," ucapnya.
 
Sementara itu, dari dalam negeri nampaknya tidak ada faktor yang significan dapat mempengaruhi indeks. Ia memperkirakan indeks akan berada dalam kisaran support resistance 2.480-2.528.
 
Untuk referensi saham, ia menyebutkan beberapa saham, yakni PT Indo Tambang Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) , PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Energy Tbk (ENRG), PT Timah Tbk (TINS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT United Tractor Tbk (UNTR), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
 
Sebelumnya, IHSG pada penutupan perdagangan saham sesi sore berhasil melonjak 34,809 poin atau 1,41 persen ke posisi 2.509,692.

Penguatan ini didukung oleh menghijaunya semua sektor di berbagai bidang dengan dipimpin oleh sektor pertambangan yang menguat paling tajam sebesar 70,75 poin. Selain itu, bursa Asia Pasifik yang ikut menguat menjadi indikator pendukung rebound-nya indeks saham sore ini.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 3,844 miliar lembar saham senilai Rp3,380 triliun, dengan total transaksi mencapai 66.046 kali. Saham yang ditutup menguat 126 jenis saham, melemah 48 jenis saham, dan stagnan 69 jenis saham.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement