Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat per 15 Desember 2009 ada pengguna kartu kredit di Indonesia sebesar 10.262.331 nasabah. Dari jumlah itu, sekira 99,6 persen sudah menerapkan kartu berteknologi chip.
"Hanya sekira 0,4 persen pemegang kartu kredit yang belum menggunakan teknologi chip," ungkap Deputi Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI YF Sri Suparni, di Press Room BI, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Tri mengaku pihak penerbit kartu kredit yang belum mengadopsi migrasi teknologi dari magnetic stripe (gesek) dengan teknologi chip hanya kena kendala masih proses maupun dalam masa pengiriman.
Hingga saat ini telah ada 20 penerbit kartu kredit di Indonesia. Di antaranya ANZ Panin Bank, Bank Bukopin, Bank Bumiputera, Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, Bank International Indonesia, Bank Mandiri, Bank Mega, Bank Negara Indonesia, Bank Panin, Bank Rakyat Indonesia, Bank Permata, Citibank, GE Finance, Hongkong and Shanghai Bank (HSBC), OCBC NISP, Royal Bank of Scotland (RBS), Standard Chartered dan Bank UOB Buana.
"Dari 20 penerbit tersebut, sudah 90 persen mengadopsi teknologi chip," lanjut Sri.
Sebelumnya, Bank Indonesia akan menerapkan akhir tahun ini sebagai tenggat waktu bagi para penerbit kartu kredit beralih ke teknologi chip. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia nomor 11/11/PBI/2009 tertanggal 13 April 2009 tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).
"Paling lambat akhir tahun ini hingga 1 Januari 2009, penerbit kartu kredit harus beralih dari magnetic stripe (gesek) dengan chip," pungkasnya.
(Didik Purwanto/Koran SI/ade)