Foto: Koran SI
JAKARTA - Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mensinyalkan penyelesaian right issue PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan diselesaikan pada kuartal I-2010.
"BNI right issue kuartal I-2010," ujarnya, seusai Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Jual Beli Gas Bumi untuk Pusat Listrik di Sumatera Utara antara PLN dengan PGN, di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Kendati demikian, dirinya mengaku belum bisa menyebutkan berapa besaran angka yang diperoleh BNI dalam right issue tersebut. "Belum dibahas angkanya, belum," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Negara BUMN membuka peluang bagi BNI untuk melakukan right issue pada 2010 untuk penguatan modal dan ekspansi kredit demi menggenjot sektor riil.
"Untuk 2010 kalau right issue terbuka peluang dalam rangka penguatan modal BNI untuk ekspansi dalam pemberian kredit, memanfaatkan momentum mengenjot sektor riil. Itu saya sambut positif," ujar Mustafa beberapa waktu lalu.
Namun, hingga saat ini masih belum ada indikasi bila bank pelat merah itu mau mengajukan aksi korporasi. "Surat permohonan belum sampai ke meja saya," imbuh dia.
Sebelumnya, bank dengan kode emiten BBNI ini menargetkan rampungnya spin off unit syariah pada kuartal I-2010. Usai berdiri sendiri, BNI Syariah ini akan masuk strategic investor yang merupakan anak usaha Asian Development Bank (ADB).
(ade)