Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Demi memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sumatera, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan perjanjian jual beli gas bumi.
“(MoU) ini dilakukan untuk pembangkit di wilayah Sumatera Utara dan perjanjian jual beli gas bumi untuk pembangkit listrik Talang Duku di Sumatera Selatan dengan PLN,” kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Adapun penandatanganan perjanjian-perjanjian tersebut akan dilakukan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso dan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan yang disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta pada siang ini.
Dalam MoU tersebut, disepakati rencana penyaluran gas bumi yang berasal dari terminal Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) yang akan dibangun oleh PGN kepada PLN dalam rangka memenuhi kebutuhan pusat listrik di wilayah Sumatera Utara.
PGN akan menyerahkan gas dari terminal regasifikasi LNG yang akan dibangun di Belawan Sumatera Utara, kepada PLN di Plant Gate Pembangkitan PLN (delivery point).
Sedangkan dalam PJBG disepakati penyaluran gas bumi PGN kepada PLN dalam rangka memenuhi kebutuhan pusat listrik Talang Duku, Sumatera Selatan sebesar kurang lebih 8 BBTUD selama 10 tahun. PGN akan menyalurkan gas bumi yang berasal dari pipa SSWJ.
Sekadar gambaran, kondisi kelistrikan di sistem Sumatera bagian Utara saat ini ditunjukkan dengan daya kemampuan penyediaan listrik sebesar 1.166 MW, sementara beban puncak mencapai 1.247 MW.
Pasokan listrik ke sistem Sumatera bagian Utara ini sebagian disuplai dari pembangkit berbahan bakar gas yaitu PLTGU Belawan/Sicanang dengan kapasitas (400 MW+370 MW), PLTU Belawan/Sicanang (2x65 MW), PLTG Paya Pasir 20 MW dan PLTG Gelugur 40 MW.
Di samping pembangkit eksisting tersebut, untuk mengatasi defisit listrik saat ini sedang dibangun dalam tahap konstruksi PLTG Belawan dengan kapasitas 115 MW.
Pembangunan Pembangkit dengan menggunakan gas ini sejalan dengan program perbaikan bauran energi yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi BBM pada 2009 ini masih berkisar di 25 persen dan diharapkan pada akhir 2011 berkurang menjadi 12 persen.
Penggunaan pasokan gas untuk pembangkit listrik juga akan mengurangi subsidi untuk listrik secara signifikan. Pemakaian gas untuk pembangkit listrik selain lebih efisien juga ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Utama PLN mengatakan bahwa pada 2009 kebutuhan gas di Sumatera Utara mencapai 145 BBTUD sementara pasokan sebesar 50 BBTUD yang berasal dari Pertamina, TAC Glagah-Kambuna, sehingga masih terdapat kekurangan pasokan untuk pembangkit-pembangkit yang ada sebesar 95 BBTUD atau 66 persen dari kebutuhan.
“Dengan masuknya PLTG Belawan 115 MW ke dalam sistem pada 2010 diperkirakan kekurangan pasokan gas akan bertambah lagi sebesar 30 BBTUD jika tidak ada upaya pemenuhan pasokan atas kebutuhan gas ini,” kata Dahlan.
(ade)