Getting time...

BNI Bantah Right Issue Kuartal I-2010

Rabu, 30 Desember 2009 16:42 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membantah rencana right issue perseroan yang akan dilakukan pada kuartal I-2010. Hal tersebut membantah pernyataan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar yang mensinyalkan penyelesaian right issue pada waktu tersebut.

"Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak perseroan untuk melakukan right issue pada kuartal I-2010," ungkap Sekretaris Perusahaan BBNI Intan Abdams Katoppo, di Jakarta, Rabu (30/12/2009).

Sebelumnya perseroan memang diminta oleh pihak Menneg BUMN untuk meningkatkan modal. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan right issue. Namun Intan mengaku hal tersebut masih merupakan wacana di tingkat perseroan. Pihaknya menganggap untuk melakukan proses right issue harus melalui mekanisme tertentu.

"Rencananya kami akan meningkatkan kredit di tahun depan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2009. Untuk menyalurkan kredit tersebut, otomatis akan mengurangi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan. Pihak Menneg BUMN menyarankan menambah modal melalui right issue tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari perseroan," pungkasnya.

Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mensinyalkan penyelesaian right issue perseroan akan diselesaikan pada kuartal I-2010.
 
"BNI right issue kuartal I-2010," ujarnya, seusai Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Jual Beli Gas Bumi untuk Pusat Listrik di Sumatera Utara antara PLN dengan PGN, di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
 
Kendati demikian, dirinya mengaku belum bisa menyebutkan berapa besaran angka yang diperoleh BBNI dalam right issue tersebut. "Belum dibahas angkanya, belum," pungkasnya.
(Didik Purwanto/Koran SI/css)
TWITTER »
twit