Almarhum Frans Seda. Dok Atmajaya
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Soeharto, dikenal sebagai pribadi yang bersemangat serta merupakan sosok nasionalis yang cinta kepada bangsanya.
"Dia orang yang semangat. Perhatian ke orang yang lemah, nasionalis. Dia cinta kepada bangsa," ungkap sang istri, Yosepatinaya Seda, kepada okezone, saat ditemui di rumah duka, Jalan Metro Kencana V Nomor 5, Pondok Indah, Jakarta, Kamis (31/12/2009).
Frans meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yakni Noni Eri Seda dan Nesa Seda. Frans nantinya akan dimakamkan pada 2 Januari 2010 mendatang di San Diego Hills, Karawang. "Dimakamkan di sana karena keinginan alhamrhum," katanya.
Di sisi lain, salah seorang kerabat Frans, Yohannes Temaluru menuturkan bahwa Frans meninggal pada pukul 05.00 WIB hari ini. Sebelum meninggal, Frans sempat mengeluhkan sakit tenggorokan dan susah menelan.
"Beliau sempat dinyatakan membaik. Dia pernah dirawat mulai 30 November-18 Desember 2009 di RS Pondok Indah dan selama periode itu dia menjalani fisioterapi," tukas pria yang juga pembantu rektor Atmajaya ini.
Pantauan okezone, tampak beberapa kerabat almarhum datang, seperti mantan Gubernur NTT Den Boy, Romo Magnis Suseno, pemimpin Kompas Jacob Oetama, Pramono Anung, Jimly Assidiqie, dan Tarmizi Taher.
Selain itu, terpantau ada beberapa karangan bunga turut berduka cita dari Presiden SBY, Wakil Presiden Boediono, Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono, dari kolega Universitas Terbuka, hingga Fakultas Teknologi Unika Atmajaya.
(ade)