Almarhum Frans Seda. Dok Atmajaya
JAKARTA - Jenazah mantan Menteri Keuangan Franciscus Xaverius Seda (Frans Seda) berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Demikian dikatakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiq saat melayat Frans Seda di rumah duka, Jalan Metro Kencana V, Nomor 5, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (31/12/2009).
“Negara patut memberi penghargaan kepada beliau dan beliau sudah mendapat bintang kehormatan tertinggi. Sepertinya berhak dimakamkan di Kalibata dengan upacara kenegaraan,” tutur Jimly.
Namun begitu, lanjutnya, semua terserah dan dikembalikan kepada keputusan keluarga mendiang. Bagi Jimly, Frans merupakan tokoh yang fleksibel dan terbuka antarlintas agama. “Pluralis, meski tidak terjun tapi terus mengabdikan diri untuk negara,” ucapnya.
Frans Seda meninggal dunia di usia 83 tahun. Pria kelahiram 4 Oktober 1926 ini selain pernah menjabat sebagai menteri keuangan dan menteri perhubungan dan pariwisata di era pemerintahan Soeharto.
Dalam dunia pendidikan, Frans Seda merupakan pendiri Universitas Atma Jaya. Dia juga dikenal sebagai pribadi yang bersemangat serta merupakan sosok nasionalis yang cinta kepada bangsanya.
"Dia orang yang semangat. Perhatian ke orang yang lemah, nasionalis. Dia cinta kepada bangsa," ungkap sang istri, Yosepatinaya Seda, saat ditemui di rumah duka.
Frans meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yakni Noni Eri Seda dan Nesa Seda. Frans nantinya akan dimakamkan pada 2 Januari 2010 mendatang di San Diego Hills, Karawang. "Dimakamkan di sana karena keinginan alhamrhum," katanya.
Di sisi lain, salah seorang kerabat Frans, Yohannes Temaluru menuturkan bahwa Frans meninggal pada pukul 05.00 WIB hari ini. Sebelum meninggal, Frans sempat mengeluhkan sakit tenggorokan dan susah menelan. (lsi)
(ade)