Gedung ESDM. Foto: Ade/okezone.com
JAKARTA - Kementerian ESDM mendapat tambahan anggaran belanja sebesar Rp14 triliun per tahun. Dengan demikian, anggaran belanja Kementerian ESDM menjadi Rp20 triliun per tahun mulai 2010, dari yang sebelumnya sebesar Rp6 triliun.
"Terima kasih kepada pak Sekjen yang sudah meminta tambahan anggaran dari Rp6 triliun menjadi Rp20 triliun," ujar Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, J Purwono, saat paparan Kinerja Sektor ESDM tahun 2009 dan program Kerja Sektor ESDM tahun 2010-2014, di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/12/2009).
Nantinya, tambahan anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur listrik dan pengembangan lapangan-lapangan minyak dan gas bumi. "Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur listrik dan migas," ungkapnya.
Penambahan anggaran itu dinilai wajar karena memang sektor ESDM masih menjadi penyumbang APBN yang cukup besar atau lebih dari 30 persen.
Sepanjang 2009 ini (sebelum tutup tahun), penerimaan dari sektor ESDM sudah melebihi target APBN yaitu mencapai Rp235,314 triliun, sedangkan targetnya sebesar Rp230,208 triliun.
Penerimaan dari sektor migas cenderung menurun dibanding target karena faktor harga minyak yang lebih rendah serta target lifting yang belum tercapai yaitu sebesar Rp182,634 triliun dari target Rp183,607 triliun.
Namun, penerimaan dari pertambangan umum justru mengalami peningkatan dari target yakni sebesar Rp45,5 triliun menjadi Rp51,578 triliun dan penerimaan lain-lain sesuai target yaitu Rp1,101 triliun.
(ade)