Dirjen Migas Evita Legowo. Foto: Koran SI
JAKARTA - Realisasi investasi subsektor minyak dan gas bumi (migas) untuk 2009 tercatat meleset dari target. Angka realisasi sampai dengan 30 Desember 2009 untuk investasi di sektor migas baru mencapai USD12,184 miliar, dari target sebesar USD13,778 miliar.
Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo saat paparan Kinerja Sektor ESDM tahun 2009 dan program Kerja Sektor ESDM tahun 2010-2014, di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/12/2009).
Dari realisasi tersebut, sektor hulu migas mengalami penurunan cukup signifikan. Adapun realisasi investasi hulu migas mencapai USD10,874 miliar, padahal target investasinya sebesar USD13,166 miliar.
Namun, keadaan berbalik justru terjadi di sektor hilir yang meningkat tajam yaitu dari target sebesar USD612 juta justru realisasinya meningkat menjadi USD1,310 miliar.
Secara keseluruhan, realisasi investasi sektor ESDM diperkirakan mencapai USD19,297 miliar. Untuk subsektor mineral, batu bara, dan panas bumi sebesar USD1,812 miliar dan subsektor ketenagalistrikan sebesar USD5,3 juta.
Kelesuan perekonomian dunia akibat krisis keuangan negara-negara maju serta kekhawatiran investor utamanya di subsektor migas terkait masalah cost recovery. "Investor masih khawatir dengan belum jelasnya RPP Cost Recovery," ujarnya.
Di sisi lain, dalam rangka memfasilitasi iklim investasi di sektor ESDM, pada 2009 telah diterbitkan dua Undang-Undang, tiga Peraturan Pemerintah, dua Peraturan Presiden/Keputusan Presiden, 32 Peraturan Menteri ESDM, 51 Keputusan Menteri ESDM, dan 390 produk hukum lainnya.
(ade)