Ilustrasi. Foto: Corbis
BALIKPAPAN - PT Badak LNG pada 2010 akan mengistirahatkan satu pabrik pengolahan gas. Sementara untuk tahun berikutnya, perusahaan akan kembali mengistirahatkan satu lagi pabriknya yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
"Jadi pengistirahatan pabrik ini dikarenakan menurunnya supply gas dari Vico dan Total Indonesie. Ini murni penurunan gas secara alami," ungkap Direktur/GM Badak LNG Nanang Untung, saat memberikan bantuan satu bus dan delapn kendaraan bermotor kepada Polda Kaltim, di halaman Mapolda jalan Syarifuddin Yoes, Kalimantan Timur, Kamis (31/12/2009).
Nanang menjelaskan, pengistirahatan pabriknya ini berdampak pada penurunan pengolahan gas Bontang pada 2009 sebanyak 303 pengapalan gas ke luar negeri. "Di 2010 hanya 280 pengapalan semuanya untuk ekspor," terangnya.
Namun, dengan terjadinya hal ini, Nanang menegaskan tidak akan terjadi rasionalisasi karyawan PT Badak. Karena pihaknya telah menyiapkan mekanisme pensiun kepada karyawan.
"Kita memang menyiapkan pensiun kepada mereka, tapi kita juga telah menyiapkan perusahaan sebagai perusahaan service yang memberikan pelatihan LNG pada dalam dan luar negeri," tandasnya.
Sejak tiga tahun lalu, pihaknya telah memberikan training service LNG bagi asing maupun nasional. Pelanggan yang memanfaatkan training service LNG Badak datang dari Yaman dan nantinya dari Angola. "Sedangkan dalam negeri yakni Pertamina dan Gas Tangguh," tambahnya.
Di samping itu, dari 1.300 karyawan Badak LNG, 200 karyawan dinilai telah memiliki kemampuan training service LNG. "2010 ini kita akan maksimalkan jasa pelayanan pelatihan ini, sehingga kita juga akan mendapat masukan dari bidang ini," pungkasnya.
(ade)