Foto: Koran SI
JAKARTA - Kementerian ESDM membutuhkan pendanaan untuk investasi pengembangan sektor ESDM sebesar Rp286,124 triliun di 2010.
Dari besarnya kebutuhan investasi tersebut, APBN hanya dapat menutupi sekira 10 persen dari kebutuhan itu yakni sebesar Rp23,129 triliun. Sedangkan sisanya membutuhkan partisipasi pihak swasta maupun BUMN.
"Peran APBN sangat kecil, di bawah 10 persen. Hal ini berarti peran investasi swasta sangat penting," ujar Menteri ESDM Darwin Z Saleh, saat pemaparan Kinerja Sektor ESDM tahun 2009 dan program Kerja Sektor ESDM tahun 2010-2014, di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/12/2009).
Adapun dari alokasi APBN ini, 80 persen atau sekira Rp18,427 triliun ditujukan untuk pembangunan jaringan, transmisi, dan distribusi ketenagalistrikan di wilayah-wilayah yang rasio elektrifikasinya masih rendah serta nilai keekonomiannya rendah.
Sedangkan untuk kegiatan ESDM alokasi investasi yang dibutuhkan sebesar Rp4,414 triliun dan infrastruktur migas sebesar Rp287,5 miliar.
Sementara dari swasta dan BUMN nantinya diharapkan dapat menyumbang sebesar Rp262,995 triliun yang akan dialokasikan untuk subsektor migas sebesar Rp154,150 triliun, subsektor listrik Rp83,825 triliun, dan subsektor pertambangan umum sebesar Rp25,020 triliun.
"Kementerian ESDM juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama berperan aktif dalam mewujudkan agenda sektor ESDM, utamanya adalah terjaminnya pasokan energi, meningkatnya nilai tambah industri mineral kita dan terjaganya penerimaan negara sambil tetap berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca, untuk berpartisipasi dalam mitigasi perubahan iklim," tandasnya.
(ade)