JAKARTA - Perusahaan tekxtil, PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) telah melakukan pembelian mesin-mesin dari PT Asiatex Garmindo yang merupakan anak perusahaan yang sahamnya dimiliki ERTX sebanyak 94 persen. Total nilai transaksi tersebut adalah sebesar Rp3,41 miliar.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Corporate Secretary ERTX Julianrti Pudji K dalam keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, Jumat (1/1/2010).
"Adapun nilai transaksi tersebut telah sesuai dengan penilaian dari penilai independen KJPP Susan Widjojo berkedudukan di Jakarta," ucapnya.
Adapun alasan pembelian ini adalah karen tidak beroperasinya PT Asiatex Garmindo. "Dan seluruh order baik yang ada maupun prospek bisnis mendnatang akan diambil alih oleh PT Eratex Djaja Tbk," ucapnya.
Sekadar informasi, kinerja keuangan perseroan nampaknya masih negatif pada tahun 2009, yakni rugi bersih dipatok perseroan diangka Rp20 miliar.
Angka ini memang masih jauh lebih baik ketimbang rugi bersih yang diperoleh perusahaan sepanjang 2008 lalu. Buktinya, sepanjang 2008, Eratex harus membukukan rugi bersih Rp 110,4 miliar.
Masih meruginya perusahaan adalah karena anjloknya ekspor ke Amerika Serikat (AS). Dimana sejak Agustus 2009 atau saat puncak krisis global, pesanan dari AS itu terus tergerus.
Kondisi serupa juga terjadi di sisi penjualan. Sampai akhir 2009, Eratex hanya berani mematok penjualan sebesar Rp270 miliar. Angka ini turun jauh dari penjualan 2008 yang mencapai Rp440 miliar. Sampai kuartal III 2009, penjualan perusahaan baru mencapai Rp 216 miliar.
Karena nilai penjualan sebesar dilakukan perseroan dengan mengalihkan pasar tekstil ke Eropa dan merebut sisa-sisa order ekspor garmen tekstil China ke Paman Sam.
Meski masih membukukan kerugian, Eratex optimistis tahun depan kinerja mereka bakal semakin membaik. Alasannya, fundamental ekonomi AS tahun depan bakal membaik dan mendongkrak permintaan tekstil mereka.
Karena itu, tahun depan, Eratex berani mematok penjualan bakal naik menjadi Rp 340 miliar atau naik 26 persen ketimbang target penjualan tahun 2009. Soal laba, Juliarti tidak berharap banyak. Ia hanya ingin tahun depan, Eratex tidak lagi membukukan kerugian. (wdi)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.