o1 o2

Economy - Fiskal & Moneter


Menkeu: 2009, Kinerja Ekonomi RI Memuaskan

Senin, 4 Januari 2010 - 18:16 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memuji kinerja perekonomian Indonesia di 2009 yang memuaskan meskipun kondisi ekonomi pada saat itu tidak mudah.
 
"Kinerja ekonomi Indonesia 2009 memuaskan, meski kondisi ekonomi tidak mudah. Kita jadi lupa kalau 2008 akhir dan awal 2009 suasana masih kalut," tukas Sri, saat konferensi pers Evaluasi Kinerja Ekonomi Indonesia 2009 dan Prospek 2010, di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/1/2010).
 
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 4,3-4,4 persen, terutama pada kuartal IV-2009 yang mengalami pemulihan. Utamanya, pada kegiatan investasi yang akan naik dan diperkirakan berlanjut pada 2010.
 
Kemudian, untuk kegiatan ekspor impor yang kontraksinya sudah tidak separah semester satu diperkirakan juga akan membaik. Sehingga pada kuartal III-IV kontraksinya mendekati single digit bahkan bisa mencapai lima persen.
 
"Ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV sebesar 4,5-4,7 persen. Nilai tukar rupiah mengalami apresiasi sampai 15 persen. Ini kompensasi dari pelemahan di 2008 sampai Rp12 ribu. Ini kekuatan tertinggi kalau dibandingkan di seluruh kawasan Asia," paparnya.
 
Sementara itu, untuk cadangan devisa (cadev) walaupun ekspor mengalami kontraksi ada capital inflow yang cukup besar, yakni mencapai angka tertinggi USD65,8 miliar. Sedangkan untuk inflasi secara year on year (yoy) 2009 sekira 2,76 persen, yang merupakan inflasi terendah dalam 10 thn terakhir.
 
"Dulu terjadi waktu kita kontraksi sebesar 13 persen. Tapi sekarang terjadi saat ekonomi masih tumbuh. Jadi ini situasi yang kita sebut stabilitas premium," ucapnya.
 
Selain itu, pencapaian terbaik ada di indeks harga saham gabungan (IHSG) yang naik sebesar 87 persen. Selain itu, jumlah capital inflow sebesar Rp13,8 triliun yang dikombinasikan dari penguatan rupiah sehingga nett gain naik.
 
"Yield SUN menguat 182 bps sepanjang 2009 saat kondisi di seluruh dunia mengalami peningkatan karena jumlah utang naik. Ekspor walaupun terjadi kontraksi akibat krisis global masih bisa juga nilai nominal," pungkasnya.
(ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4