Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan akan menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebanyak dua persen. Penurunan ini dilakukan untuk menambah gairah bagi pengusaha kecil untuk menggunakan dana KUR.
"Yang jelas suku bunga KUR akan kita turunkan sebanyak dua persen dan itu saya yakin akan menambah gairah bagi para pengusaha kecil untuk menggunakan dana KUR. Apalagi sekarang ditambah sebanyak Rp2 triliun untuk jaminan," ungkap Hatta, usai konferensi pers Evaluasi Kinerja Ekonomi Indonesia 2009 dan Prospek 2010, di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/1/2010).
Selain itu, pertumbuhan kredit diperkirakan tahun ini bisa tumbuh sekira 20 persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke level 5,5-5,6 persen.
"Kita harap sudah di pipeline tetapi tidak bisa di remburst karena kemarin saya dapat laporan sudah ratusan triliun, jadi tidak bisa di-didisburts yang saya tidak yakin karena suku bunga. Karena saat menandatangani kredit kan suku bunga sudah," jelasnya.
Selanjutnya, bagaimana gap antara suku bunga kredit dan bunga simpanan tidak terlalu jauh. Yang berarti harus ada perubahan dalam manajemen agar spread-nya tidak terlalu besar. "Yang terakhir kita usahakan iklim investasi kondusif," ucapnya.
Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan nantinya akan didorong sektor konsumsi, di mana perdagangan akan membaik seiring perbaikan investasi dan ekspor impor.
"Kita akan tumbuh pada 2010 dengan level 5,5-5,6 persen. Pada 2009, kita optimistis 4,3-4,4 persen. Angka-angka pertumbuhan cukup meyakinkan. Sementara inflasi di bawah tiga persen," katanya.
Selain itu, kurs tukar rupiah akan menguat. Capital outflow kembali masuk, karena adanya kepercayaan investor. Cadangan devisa (cadev) menguat menjadi USD65 miliar. Adapun sejak 2005 secara konsisten anggaran kemiskinan meningkat, sehingga kemiskinan menjadi turun.
Kemudian, pada 2010 kemiskinan ditargetkan di angka 13 persen. Perbaikan infrastruktur membantu penyerapan tenaga kerja dan menurunkan pengangguran.
"Sejak 2006 ada kenaikan belanja infrastruktur dan penurunan angka pengangguran. Proyek pembangkit listrik 10 ribu MW II akan dibangun, di mana sebesar 4.600 MW dari geothermal," pungkasnya.
(ade)