o1 o2

Economy - ekonomi global


Jepang Berupaya Hindari Krisis Kedua

Selasa, 5 Januari 2010 - 06:41 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Corbis

TOKYO - Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama menyatakan akan berupaya mencegah Negeri Sakura memasuki jurang resesi kedua (double-dip recession).

Jepang akan menggunakan stimulus ekonomi sebagai alat untuk menghindari keterpurukan. “Ekonomi tidak boleh memasuki double-dip recession dan kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi,"  kata Hatoyama kemarin. Hatoyama mendesak Parlemen Jepang menyetujui anggaran belanja tambahan untuk membiayai paket stimulus ekonomi.

Awal Desember lalu Hatoyama mengumumkan rancangan paket stimulus, termasuk belanja baru senilai USD80 miliar. Program belanja stimulus, termasuk insentif bagi masyarakat yang membeli produk-produk yang hemat energi, dukungan keuangan bagi perusahaan kecil dan dana segar bagi perusahaan yang kesulitan membayar gaji karyawannya.

Koalisi partai, yang mendominasi Parlemen Jepang, berencana menyetujui rancangan anggaran belanja tambahan ini di Januari. Dengan disetujuinya rancangan ini, Parlemen Jepang bisa fokus membahas anggaran belanja negara untuk tahun anggaran 2010/11 (April 2010-Maret 2011).

“Saya akan berupaya secara maksimal agar rancangan belanja tambahan dapat disetujui secepatnya,"  tambah Hatoyama. Ekonomi Jepang kembali tumbuh pada kuartal II/2009/10. Namun, deflasi dan lemahnya permintaan domestik menjadi kekhawatiran pembuat kebijakan.

Minggu lalu Hatoyama meluncurkan program pembukaan jutaan lapangan kerja dan upaya pertumbuhan ekonomi.Namun, dia tidak menjelaskan secara detail langkah yang akan dilakukan. Kebijakan strategis diprediksi akan muncul di Juni mendatang. Jepang diramalkan berkontraksi 2,6 persen di 2009/10. Ini membuka peluang China menggantikan Jepang sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.
(Achmad Senoadi/Koran SI/css)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4