Ekonomi Singapura Terkontraksi 6,8%

|

Yanto Kusdiantono - Koran SI

Foto: Corbis

Ekonomi Singapura Terkontraksi 6,8%
SINGAPURA - Perekonomian Singapura pada kuartal IV/2009 terkontraksi 6,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa perlambatan tersebut masih di bawah perkiraan sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2008,produk domestik bruto (PDB ) Singapura tumbuh 3,5 persen. Melemahnya PDB Singapura pada kuartal IV/2009 ditandai dengan anjloknya output manufaktur yang menjadi kunci pertumbuhan. Selama periode Oktober– Desember 2009, manufaktur Singapura terkontraksi 38,4 persen dibandingka periode yang sama tahun lalu. Kinerja manufaktur pada kuartal terakhir tahun lalu cukup mengejutkan mengingat pada tiga bulan sebelumnya sempatmenguat29,6 persen. "Penurunan output manufaktur terbesar terjadi pada sektor farmasi dan mesin transportasi," kata Kementerian Perdagangan kemarin.

Kementerian Perdagangan Singapura mencatat,pertumbuhan manufaktur hanya terjadi pada industri elektronik,kimia dan mesin berpresisi tinggi. Di luar manufaktur, sektor ekonomi yang tumbuh adalah pariwisata dan jasa keuangan sebesar 7,2 persen secara kuartalan dan konstruksi menguat 4,3 persen. Sebelumnya pada perayaan Tahun Baru 2010, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengumumkan bahwa perekonomian Negeri Singa itu selama 2009 akan terkontraksi 2,1 persen karena masih terdampak krisis ekonomi global.

Lee memperkirakan, tahun ini perekonomian Singapura akan tumbuh 3-5 persen. Sementara itu,DBS menyatakan berdasarkan penelitian yang dilakukannya diperoleh fakta bahwa permintaan produk-produk farmasi telah berkurang seiring dengan minimnya dampak flu babi yang sempat melanda beberapa negara. Menurut DBS, pelemahan sektor manufaktur yang menjadi pilar perekonomian dan perdagangan bisa saja mengaburkan pemulihan ekonomi dari krisis. Kendati demikian, membaiknya kinerja sektor keuangan cukup membesarkan hati dalam mendukung prediksi perekonomian.

" Secara keseluruhan perekonomian masih pada jalur pertumbuhan dan kami meramalkan naik 6 persen," tulis DBS. Singapura menjadi negara pertama yang terkena resesi di Asia pada kuartal III/2008 setelah bank investasi Amerika Serikat (AS) Lehman Brothers bangkrut dan membawa dampak penurunan ekonomi di seluruh dunia.November tahun lalu Pemerintah Singapura sebenarnya telah mengumumkan resesi sudah berakhir, tetapi tetap memperingatkan bahwa proses pemulihannya bergantung pada mitra dagang utamanya,yakni AS,Uni Eropa,dan Jepang.
(css)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tim Reformasi Migas Harus Berani Periksa Kementerian ESDM