Omar Serahkan Pergantian Direksi ke Pemegang Saham

Candra Setya Santoso - Okezone
Selasa, 5 Januari 2010 14:12 wib
Karen Agustiawan & Omar S Anwar. Foto: Widi Agustian/okezone.com
Karen Agustiawan & Omar S Anwar. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Isu pergantian jajaran direksi PT Pertamina (Persero) tak ayal membawa nama Omar S Anwar masuk ke dalamnya. Saat ini, dia tercatat memegang amanah sebagai wakil direktur utama perusahaan minyak dan gas pelat merah.
 
Kabar yang beredar, Omar masih dipercaya menempati peran strategis di dalamnya. Namun sayang, ketika dikonfimasi dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada para pemegang saham. Bahkan, dia mengakui belum mengetahui rumor tersebut.
 
"Saya belum tahu tentang berita itu. Itu sepenuhnya kewenangan pemegang saham," ujar Omar, melalui pesan singkat yang diterima okezone, di Jakarta, Selasa (5/1/2010).
 
Sejumlah pihak pun mempertanyakan kabar pergantian direksi pelat merah ini. Termasuk dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pengamat di sektor perminyakan ini. Padahal kinerja perusahaan yang dipimpin oleh Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama Pertamina belum genap satu tahun.
 
Bahkan menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Effendi Simbolon, adanya konflik kepentingan penguasa yang menjadi alasan kuat pergantian sosok orang nomor satu di perusahaan minyak dan gas tersebut.
 
"Tidak ada alasan yang jelas tentang pergantian direktur Pertamina kok tiba-tiba diganti. Kecuali ada dua alasan yang membawa masalah ini menjadi melebar," ujar Effendi saat berbincang dengan okezone.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, kekosongan posisi direksi dan komisaris Pertamina juga menjadi prioritas penting yang akan diselesaikan sampai dengan akhir tahun ini. Salah satunya adalah penghapusan posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut) dan wacana perampingan komisaris.
 
"Termasuk evaluasi organisasi juga diperlukan. Kita siapkan ada skema tanpa wadirut atau masih dengan wadirut, itu ada plus-minusnya, belum ditentukan. Di komisaris juga belum ada kesimpulan apakah akan dilakukan perampingan atau sama saja, sedang dikaji benar," ujar Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar beberapa waktu lalu.
 
Selain itu, mantan Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina (persero) Waluyo yang sebelumnya menjabat sebagai Plt KPK dikabarkan berniat kembali masuk ke Pertamina setelah Bibit-Chandra kembali ke KPK.
 
"Pak Waluyo sudah menunjukkan minatnya untuk kembali ke Pertamina, masih menganggarkan Pak Waluyo untuk masuk ke sana," ungkap Mustafa.
(ade)
TWITTER »
twit