Delta Dunia Bantah Akuisisi Perusahaan Grup Bakrie

Candra Setya Santoso - Okezone
Rabu, 6 Januari 2010 09:10 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
JAKARTA - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), melalui anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), menegaskan belum memiliki rencana untuk mengakuisisi dua perusahaan grup Bakrie, yakni PT Darma Henwa Tbk (DEWA) maupun anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yaitu PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.

"Perseroan selalu melakukan penjajakan peluang bisnis dengan berbagai perusahaan pertambangan untuk dapat meningkatkan kinerjanya," ujar Direktur DOID Ariani Vidia Sofjan, dalam keterangan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Pembicaraan BUMA dengan DEWA maupun dengan PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia pada saat ini baru pada taraf diskusi awal dalam rangka saling menjajaki berbagai peluang bisnis dan belum mencapai kesepakatan yang konkrit. BUMA juga dari waktu ke waktu melakukan penjajakan dengan perusahaan pertambangan yang lain.

Berita tersebut kian santer saat DOID dikabarkan menjajaki peluang mengakuisisi kontrak pertambangan batu bara strategis milik DEWA di PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. Northstar Tambang Persada Pte Ltd aktif bernegosiasi dengan BUMI, pemilik KPC dan Arutmin, untuk menjajaki kemungkinan itu. Northstar Persada menguasai 20 persen saham Delta Makmur, sedangkan Caceis Bank memiliki lima persen saham perusahaan itu.

Hingga September 2009, pendapatan DEWA yang berasal dari jasa pertambangan batu bara mencapai USD116,86 juta, turun 14,69 persen dibandingkan dengan posisi per September 2008 senilai USD136,99 juta.

Sekedar mengingatkan, perseroan mengakuisisi seluruh saham PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) dengan nilai transaksi sekira USD550 juta atau setara dengan Rp5,5 triliun. Dalam akuisisi itu, perusahaan dibantu oleh Barclays Capital sebagai penasihat pendanaan. Melalui pembelian itu, berarti Buma akan melaksanakan backdoor listing melalui Delta Dunia.

Sebagai informasi, saat ini Buma memberikan jasa untuk beberapa produsen batu bara seperti PT Adaro Indonesia, PT Arutmin Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, dan PT Gunung Bayan. Buma menguasai 24 persen pangsa pasar industri kontraktor pertambangan batu bara di Indonesia pada tahun lalu.

Pendapatan BUMA pada tahun lalu mencapai USD693 juta pada tahun lalu, lebih dari separuh dari pendapatan Pamapersada, dengan total aktiva USD581,3 juta. Sementara produksi batu bara Buma mencapai 36,4 juta ton dengan pemindahan tanah 261,3 juta bcm.
(css)
TWITTER »
twit