Foto: Okezone.com
JAKARTA - Pergerakan harga emas dinilai masih terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan di pasar komoditas, terutama dari negara China dan India. Kebutuhan emas mereka pun akan bertambah.
Hal ini didukung oleh GDP kedua negara mencapai 12 persen dan populasi mereka 38 persen dari penduduk dunia. “Pergerakan harga emas menarik," ujar Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Di sisi lain, dia memprediksi bila tren di sektor komoditas pada 2010 berasal dari lithium, uranium, dan gas alam. ”Ada banyak kepentingan untuk baterai lithium dan saya pikir ada perusahaan-perusahaan besar mobil dan perusahaan baterai yang sedang mencari pasokan," katanya.
Dia pun menyarankan pelaku pasar untuk mencermati komoditas yang harganya sudah rendah. Merujuk pada pengalaman, di mana pada periode yang sama tahun lalu, timah menjadi komoditas dengan kinerja terburuk.
Namun, tahun ini timah berhasil menjadi salah satu komoditas dengan performa terbaik. “Sehingga sangat penting mencermati komoditas yang sudah jatuh harganya. Uranium dan gas alam tampak menarik," tambahnya.
Terpantau dalam situs New York Mercantile Exchange (Nymex.com) pada pukul 11.40 WIB, harga komoditas terpantau cenderung menguat. Seperti harga emas naik USD2,7 per ons ke level USD1.120,8.
Sedangkan harga perak naik tipis USD0,0064 ke level USD17,845. Namun sayang bagi harga minyak mentah yang ternyata malah melemah tipis USD0,03 ke posisi USD81,74 per barel. (css)
(rhs)