Ilustrasi Corbis.com
TAHUN 2010 diprediksi teknologi storage menjadi fokus perusahaan guna mengantisipasi lonjakan pertumbuhan usaha yang membuat data menumpuk tanpa menimbulkan cost yang tinggi.
Guna menjawab tantangan tersebut, Hitachi Data Systems (HDS) memaparkan 10 prioritas investasi storage-nya pada 2010. Manajemen HDS menilai virtualisasi data center, cloud storage, dan pengamanan data menjadi agenda utama perusahaan di Indonesia. Country Manager Hitachi Data Systems Indonesia Ming Sunadi mengatakan, perusahaan berupaya mendorong keunggulan kompetitifnya melalui virtualisasi data center, storage ”awan”, dan pengamanan data.
”Peran HDS membantu para pelanggan membangun solusi storage yang berbiaya efektif dan berkesinambungan sehingga bisa mendukung bisnis saat ini, juga mengantipasi tantangan ke depan,” katanya.
Prioritas investasi storage yang dimaksud HDS salah satunya adalah virtualisasi data center. Virtualisasi merupakan prasyarat teknologi untuk membangun data center masa depan yang dinamis. Selama 2009, ada kecenderungan penambahan jumlah node (scale-out) storage modular berbiaya rendah melalui teknologi switch seperti Ethernet dan RapidIO.
Namun, sebut Ming, cara ini memiliki kelemahan, yakni sumber daya pada node tidak bisa ditambahkan (scale-up). Karena itu pada 2010, akan lebih banyak sistem storage yang bisa melakukan scale out dan scale-up sekaligus sesuai kebutuhan kapasitas dan kinerja. ”Dengan cara ini, perusahaan bisa memenuhi kebutuhan jaringan, prosesor, dan sistem operasi virtual seperti VMware dan Hyper V yang lebih cepat,” tandas Ming.
Cloud Storage. Istilah komputasi awan sering menjadi perumpamaan yang merujuk pada internet.
Dalam storage ”awan”, beberapa server storage di-”awan”-kan guna menyembunyikan kompleksitas infrastruktur TI di belakangnya. Dampaknya, kapasitas storage diberikan seperti layanan dengan skema ”bayar sesuai penggunaan.” ”Hitachi melihat pemahaman komputasi awan akan terus meningkat pada 2010 dengan fokus pembuatan ’awan’ privat maupun penyedia layanan ’awan’. Seiring dengan itu, adopsi cloud storage akan didorong kemajuan teknologi yang memungkinkan fungsi-fungsi kunci, misalnya pengamanan, kemampuan melayani beberapa user sekaligus, serta model pembayaran,” bebernya.
Kemudian, ada storage berjenjang otomatis. Ming menjelaskan, semakin banyak organisasi TI mengotomatisasi manajemen storage berjenjang (tiered-storage) yang berbasis kebijakan untuk mencapai efisiensi ekonomi sambil tetap memenuhi target tingkat ketersediaan bisnis. Peningkatan adopsi Dynamic (thin) Provisioning juga menjadi fokus. Thin provisioning adalah kemampuan menyediakan sumber daya komputasi –storage– dengan mudah, singkat, dan sesuai kebutuhan. Thin provisioning yang dinamis menjadi kemampuan kunci untuk menurunkan biaya operasional.
Thin provisioning mampu menghilangkan sampah ruang storage yang tak digunakan, menurunkan biaya pemindahan dan penggandaan volume-volume storage yang ”gemuk” dengan meniadakan kapasitas tak terpakai; mengembalikan hingga 40 persen atau lebih kapasitas tak terpakai; serta mengurangi waktu pengadaan storage dari hitungan jam ke menit. Dengan berbagai kemampuan tersebut, Hitachi memperkirakan teknologi dynamic (thin) provisioning akan menjadi prioritas userpada 2010.
Tahun ini, proyek-proyek TI ”hijau” diprediksi akan semakin marak karena manajer IT mulai menyadari bahwa proyek semacam ini mendapat dukungan dari perusahaan. Firma riset IDC memperkirakan data-data konten akan tumbuh paling pesat dengan raihan 121 persen setiap tahunnya. Dengan demikian, platform konten harus bisa berkembang hingga puluhan petabyte dan mampu menangani berbagai macam format data.
Hitachi memperkirakan permintaan Content Archive Platform akan meningkat pada 2010. Faktor keamanan pun menjadi fokus wajib. Para manajer TI senantiasa berjuang menyeimbangkan risiko keamanan dengan menyediakan infrastruktur terbaik yang diukur dari throughput, ketersediaan, skalabilitas, biaya dan kompleksitas. Dalam organisasi TI modern, tutur dia, pengadaan aplikasi baru atau pelaporan kinerja SAN dikelola melalui layanan terkelola jarak jauh.
Selama ini, biaya drive berbasis flash dianggap tidak ekonomis dibandingkan hard drive tradisional, walaupun kinerjanya lebih baik. Hitachi memperkirakan semakin banyak teknologi berbasis flash yang ditawarkan dalam satu paket solusi bagi pelanggan. Fokus terakhir, konvergensi ethernet dalam Data Center (FCOE/DCIB ). HDS meramalkan adopsi switch di sisi storage akan meningkat seiring munculnya standar industri yang memungkinkan multipathing dan penurunan beban jaringan.
Pada 2010, akan ada investasi yang cukup besar dalam infrastruktur fibre channel (FC) hingga 8 Gbps FC. Tingkat gangguan bisnis dari transisi ke 8 Gbps FC tidak dari transisi ke 10 Gbps FCoE, sehingga adopsi FCoE untuk storage mungkin membutuhkan waktu lebih lama. (m iqbal/Koran SI) (//rhs)