Ilustrasi: Pesawat Terbang
TOKYO - Saham Japan Airlines (JAL) tercatat kembali amblas di perdagangan saham Tokyo menyusul bangkrutnya perusahaan penerbangan terbesar asal Jepang tersebut.
Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/1/2010), saham JAL terpantau anjlok 11,8 persen dan ditutup di level 67 yen per lembar saham. Pemerintah Jepang saat ini sedang berupaya untuk menyelamatkan JAL dari kebangkrutan dengan jaminan dukungan dari publik agar penerbangan ini terus berjalan.
Menteri Perhubungan Jepang, Seiji Maehara pun dilaporkan telah bertemu dengan Menteri Keuangan Naoto Kan pada Jumat kemarin dengan pihak yang akan merestrukturisasi JAL yakni Enterprise Turnaround Initiative Corp.
Namun sayangnya, Pemerintah Jepang menolak bila JAL telah bangkrut. Tapi di satu sisi, pemerintah menolak proses pengurusan kebangkrutan tersebut, di mana bisa membantu proses restrukturisasi JAL yang kemungkinan besar akan ditinggalkan para investornya.
"Kami ingin pihak Enterprise Turnaround Initiative Corp bisa membangun kembali JAL dengan menggunakan dana dari publik," tukas Maehara.
Adapun rencana penyelematan perusahaan penerbangan ini baru akan diputuskan pada 19 Januari mendatang, yang akan menggunakan paket penyelamatan dari kebangkrutan. Dikabarkan, proses penyelamatan tersebut membutuhkan dana sebesar 300 miliar yen atau setara dengan USD3,2 miliar. Dana investasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menampung bangkrutnya JAL dengan menanyakan kepada kreditur untuk mencari pinjaman sebesar 300 miliar yen.
JAL diketahui telah mencari pinjaman dana dari pemerintah sejak 2001 untuk membiayai utang-utang perusahaan yang semakin menumpuk. Selain itu, perusahaan yang rugi sekira USD1,5 miliar selama kurun waktu enam bulan ini juga berencana untuk memangkas ribuan pekerjanya dan mengurangi rute penerbangan sebagai bagian dari cara untuk mengembalikan keuntungan perusahaan.
Sebagai informasi, JAL bisa memangkas lebih dari 10.000 pekerjanya dan membukukan pembiayaan restrukturisasi utang mereka sebesar 1,13 triliun yen per 31 Maret mendatang secara year on year. JAL pun telah ditawari membiayai utang mereka oleh American Airlines dan Delta Air Lines, di mana kedua perusahaan tersebut berkompetisi untuk memiliki saham perusahaan Jepang ini dan akan berekspansi di pasar Asia.
Di sisi lain, pihak media melaporkan bila JAL disarankan untuk berkolaborasi dengan Delta dan bergabung dengan Global SkyTeam, serta meninggalkan grup OneWorld yang juga memiliki American Airlines. Kendati demikian, Wall Street Journal melaporkan bila pekan ini American Airlines menaikkan penawaran investasi mereka dari USD300 juta menjadi USD1,4 miliar. (wdi) (rhs)