JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan tantangan ekonomi baru pascarehabilitasi ekonomi global baru akan terasa pada semester kedua 2010. Nantinya akan ditandai dengan kebijakan nilai tukar dan juga dinamika harga-harga komoditas.
"Tantangan akan lebih kelihatan pada semester dua karena dari sisi kondisi globalnya akan memberikan dinamika dari sisi kebijakan nilai tukar maupun dari sisi dinamika terhadap harga-harga komoditas," ujarnya, di sela Indonesia-Japan Joint Economic Forum, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/1/2010).
Maka dari itu, nantinya akan dibahas lebih lanjut antara Presiden dan DPR untuk melihat kesanggupan fiskal APBN dalam menghadapi hal tersebut sebagai antisipasinya.
Sementara itu, di semester I-2010 ini dirinya melihat kondisi akan berlangsung stabil dan tidak ada tekanan pada perekonomian Indonesia. Dari faktor nilai tukar akan memberikan pengaruh positif, karena dengan niai tukar yang stabil dan cenderung masih kuat itu akan memberikan kontribusi kepada penurunan inflasi yang berasal dari faktor impor.
Sedangkan dari sisi komoditi, kenaikan itu akan diredam dengan keputusan untuk menjaga stabilitas harga dari sisi pemerintah. Jadi dari sisi harag komoditas yang bisa mempengaruhi inflasi dari sisi biaya dan dari sisi impor inflasi yang berasal dari komponen impor dua-duanya memberikan sumbangan stabilitas pada inflasi.
"Jadi memang untuk semester satu bahwa posisi dari tekanan inflasi akan bisa ditahan dengan kebijakan makro yang dilakukan oleh sisi pemerintah," lanjutnya.
Sementara itu, menanggapi kenaikan harga komoditas yang berimbas pada kenaikan harga komoditas dalam negeri, dirinya mengakui kenaikan tersebut memang dipengaruhi oleh kondisi global karena tidak diatur oleh pemerintah.
"Untuk yang enggak diatur pemerintah akan mengikuti mekanisme harga global," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.