Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Kondisi ekonomi global yang menunjukkan perbaikan pada awal tahun ini membuat pemerintah semakin gencar menerbitkan obligasi baik dari dalam negeri dan luar negeri untuk menutupi defisit APBN 2010.
Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, banyaknya aliran dana masuk ke dalam negeri membuat harga dari obligasi Indonesia menjadi kompetitif.
"Jadi dalam sisi timing untuk domestic bond juga sangat positif. Untuk regional maupun global juga situasinya masih sangat paperable. ini adalah situasi yang sedang kita manfaatkan untuk menjaga APBN 2010 bisa mendanai seluruh kebutuhan dengan tetap pada rambu-rambu kehati-hatian," ujar Sri, pada acara Indonesia-Japan Joint Economic Forum, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/1/2010).
Sebelumnya, Indonesia akan menerbitkan samurai bond senilai USD750 juta-USD1 miliar pada 2010 yang dijaminkan oleh Japan Bank Internasional Corporation (JBIC).
Pemerintah sendiri sempat ragu untuk menerbitkan samurai bond pada tahun ini. Namun JBIC melihat kondisi pasar saat ini cukup memungkinkan bagi pemerintah untuk merilis samurai bond tahun ini.
"Pasar bisa menyerap dengan baik. Tahun lalu sudah terbitkan USD350 juta, sisanya mungkin tahun ini. Tapi pasar untuk samurai bond sepertinya bisa akomodasi supply dari pemerintah Indonesia. Kalau pemerintah tidak bisa menerbitkan Samurai, JBIC akan memberikan pinjaman langsung dengan jumlah yang sama yakni USD1,5 miliar," ungkap Chief Representative Office JBIC di Jakarta, Takanori Satake di sela acara Indonesia-Japan Joint Economic Forum.
Dalam dua tahun terakhir, JBIC telah memberikan dana memberikan USD1,5 miliar untuk samurai bond, dan USD100 juta untuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Mengenai permintaan perpanjangan samurai bond sampai 2011, sampai sekarang program tersebut direncanakan sampai 2010. Namun demikian, belum ada pembicaraan mengenai perpanjangannya.
(ade)