Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Sebanyak 59 persen atau setara dengan Rp430 miliar dari dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Pembangunan Perumahan (PP) akan dipergunakan untuk investasi.
Adapun sebanyak 50 persen dari Rp430 miliar tersebut rencananya akan dipergunakan untuk membiayai proyek pengembangan pembangkit listrik yang berkapasitas 2x150 megawatt (MW) di Cilegon.
"Dari Rp430 miliar, sebanyak 50 persen untuk power plant, sisanya baru akan dipergunakan di 2011," jelas Direktur Utama PP Musyanif, saat konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (11/1/2010).
Dalam proyek tersebut, akan ada tiga pihak yang terlibat termasuk perseroan. Di mana perseroan akan mendirikan perusahaan Joint Venture bekerja sama dengan anak usaha Krakatau Steel, yakni Krakatau Daya Listrik (KDL) yang nantinya juga akan jadi pengguna listrik senilai Rp3,3 triliun. "Pada mid 2012, investasi power plant sudah deliver," tambahnya.
Namun demikian, dalam proyek tersebut, perseroan hanya akan memiliki saham sebanyak 20-49 persen saja. Dengan demikian, perseroan dapat masuk ke proyek lainnya dan dapat mengerjakan proyek tersebut.
"Kami tidak ingin menjadi mayoritas, karena kalau mayoritas kami tidak bisa menjadi kontraktornya," ungkapnya.
Untuk proyek itu, pendanaannya akan didapatkan dari perbankan sebanyak 70 persen dan sisanya dari ekuitas. "Sindikasi bank, ada 3-4 bank. Maunya dua bank BUMN dan swasta, kombinasi," ungkapnya.
Dia menegaskan, untuk menjaga pertumbuhan konstruksi, investasi pun dijaga per tahun sebesar Rp3 triliun. Selain itu, pihaknya juga berencana membangun sebanyak 2x200 MW di daerah dekat Jakarta. "Kira-kira investasi Rp4 triliun," pungkasnya.
(ade)