Getting time...

Shanghai IPO Bakal Terbesar Sepanjang 2010

Selasa, 12 Januari 2010 08:29 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
HONG KONG - Bursa Shanghai diprediksi akan menyalip posisi bursa Hong Kong sebagai tujuan penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO) terbesar di 2010 di Asia.
 
“Dipastikan, bursa Shanghai akan mengalahkan Hong Kong (Hang Seng) di 2010 sebagai pusat IPO terbesar di dunia,” kata Terence Ho dari Ernst & Young kemarin.
 
Dia meramalkan, jumlah IPO perusahaan China di bursa Shanghai pada 2010 mencapai USD55,7 miliar. Sementara di Hong Kong diprediksi USD44,7 miliar. Adapun 2009 Hong Kong masih menjadi pusat IPO terbesar dengan jumlah USD30 miliar.
 
Sementara Shanghai hanya USD27,3 miliar. Ho mengatakan, besarnya minat IPO di Shanghai membuat statusnya sebagai pusat keuangan dunia meningkat. Dominasi Shanghai atas Hong Kong hanya soal waktu.
 
Cepat atau lambat Shanghai akan memakan pangsa IPO Hong Kong. Apalagi, Pemerintah China berniat membuat nilai tukar yuan lebih fleksibel terhadap perubahan atas mata uang negara-negara lain.
 
“Internasionalisasi yuan bisa mengancam Hong Kong sebab modal asing bisa mengalir ke Hang Seng. Manajer dana global juga akan meningkatkan persentase investasi mereka ke China Daratan,” tambah Ho.
 
Saat ini China sedang melaksanakan reformasi dan perbaikan pasar modal. Beberapa aturan baru dikeluarkan, termasuk perdagangan indeks saham, perdagangan marjin (margin trading), dan jual kosong (short selling).
 
Bursa Shanghai juga sedang mempersiapkan papan internasional, yang mengizinkan perusahaan asing melaksanakan IPO di China Daratan. HSBC dan New York Stock Exchange (NYSE) Euronext akan menjadi saham pertama yang diperdagangkan di papan A bursa Shanghai. Namun, Ho mengakui jika dalam jangka pendek keunggulan Hong Kong masih menjadi perhatian investor internasional.
 
“Dalam jangka pendek, Shanghai sulit mengejar Hong Kong dalam hal keterbukaan dan likuiditas. Saat ini, Hong Kong diisi oleh jutaan investor internasional sementara Shanghai dipenuhi investor domestik,” papar dia.
 
Ho menambahkan, internasionalisasi yuan bisa menjadi jembatan bagi investor China berinvestasi ke pasar keuangan global. Ini merupakan peluang baru bagi Hong Kong untuk menarik investor China Daratan berinvestasi ke Hang Seng.
 
Analis Kritik Kualitas IPO Hong Kong
 
Keberhasilan bursa Hong Kong menarik IPO sebesar USD30 miliar di 2010 mendapat kritik dari analis. Otoritas bursa dinilai mengorbankan kualitas untuk meningkatkan kuantitas.
 
Salah satu kritik adalah persetujuan regulator surat berharga dan berjangka Hong Kong (SFC) atas IPO USD2,6 miliar dari raksasa alumunium UC Rusal.SFC menetapkan investasi minimum di Rusal sebesar USD130 ribu untuk melindungi investor kecil.
 
“Sangat mengejutkan saat SFC menyetujui IPO Rusal. Rusal kan perusahaan merugi. Saya menilai bursa dan SCF tidak mengindahkan masalah kualitas,” kata Direktur Centre for Corporate Governance and Financial Policy University Baptist Hong Kong Raymond Chan.
 
SFC berdalih Rusal berkomitmen akan memenuhi beberapa persyaratan, termasuk neraca positif. Jadi, meski tidak lolos tes sebagai perusahaan menguntungkan Rusal tetap diizinkan IPO. “Rusal setuju menerapkan keterbukaan sebagai hal utama dan berkomitmen mendukung pasar yang berkualitas,” kata juru bicara SFC.
 
Chang menilai kebijakan ini akan mempertaruhkan reputasi bursa Hong Kong. “Pencatatan saham di Hong Kong bisa diasosiasikan dengan kualitas rendah,” ujar Chan.
 
Keprihatinan atas isu banyaknya perusahaan China Daratan yang melaksanakan keterbukaan di bawah standar di 2009 juga muncul. “Kami memiliki banyak perusahaan di bawah standar, lihat saja catatan IPO tahun lalu,” imbuh Chan.
 
Beberapa kasus di antaranya penghentian sementara perdagangan saham (suspend) Asian Citrus, perusahaan perkebunan di China Daratan. Eksekutif Asian Citrus telah salah mengumumkan nilai perusahaannya. Berikutnya, China Zhongwang Holdings yang melakukan IPO lebih dari USD1 miliar di April 2009.
 
Produsen alumunium China Daratan ini salah membuat prospektus dan menyembunyikan hubungan dengan militer China. Minggu lalu, Zhongwang menyatakan telah membetulkan kesalahannya setelah menyewa Ernst & Young.
 
Lalu, kasus penurunan harga saham China Metal Recycling hampir 50 persen. Kasus ini dipicu pernyataan pengunduran diri pejabat keuangan perusahaan.
 
Pejabat tersebut mundur karena tidak bisa mengakses data keuangan perusahaan. Chan mengatakan, Hong Kong merupakan tempat IPO terbaik perusahaan China Daratan karena aturannya yang lebih longgar dibandingkan bursa di negara lain, terutama dibandingkan dengan Negara Barat dan Amerika Serikat (AS). “Kita harus meningkatkan standar agar sama dengan bursa lain,” ungkap dia.
 
Untuk mengatasi itu, SFC melakukan perubahan aturan. SFC fokus pada direktur perusahaan untuk akurasi keterbukaan informasi. Tapi, kritik atas upaya ini terus ada. Terutama, kurang ketatnya aturan laporan kuartalan.
 
“Saat ini, hampir semua bursa di Asia mensyaratkan laporan kuartalan yang baik,” kata investor independen David Webb. Webb mengkritisi keinginan beberapa pihak untuk mempermudah proses IPO. “Beberapa orang berpikir semakin mudah IPO semakin baik. Kalau begitu, kenapa tidak berdagang di eBay saja karena di sana tidak ada aturan sama sekali,” tambah dia. (ahmad senoadi)
(Koran SI/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit