Getting time...

DOID Lepas Unit Usaha Propertinya

Widi Agustian - Okezone
Selasa, 12 Januari 2010 12:35 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bakal melepaskan (divestasi) unit usaha propertinya. Selanjutnya, perseroan bakal memfokuskan diri untuk mengembangkan sektor pertambangannya.
 
"Propertinya mau dilepas, karena kita tidak fokus ke sana," kata Komisaris DOID Erry Firmansyah saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
 
Salah satu alasan divestasi tersebut adalah karena kontribusi dari sektor properti kecil sekali. "DOID akan mengembangkan diri dalam kontraktor pertambangan, properti secara bertahap akan kita lepas, kecil, di bawah lima persen," tambahnya.
 
Saat ini, perseroan belum sampai pada tahap pembicaraan dengan pihak investor. Dia mengaku baru membahas masalah tersebut secara internal.
 
"Kita akan kaji untuk dilepas, tapi akan dilepas. Tinggal kapan waktunya, harga yang pas. Kita baru sampai pada pembicaraan internal untuk melepasnya," tegasnya.
 
Sebagai informasi, perseroan telah mengakuisisi seluruh saham PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) dengan nilai transaksi sekira USD550 juta atau setara dengan Rp5,5 triliun.
 
Dalam akuisisi itu, perusahaan dibantu oleh Barclays Capital sebagai penasihat pendanaan. Melalui pembelian itu, berarti Buma akan melaksanakan backdoor listing melalui Delta Dunia.
 
Saat ini Buma memberikan jasa untuk beberapa produsen batu bara seperti PT Adaro Indonesia, PT Arutmin Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, dan PT Gunung Bayan. Buma menguasai 24 persen pangsa pasar industri kontraktor pertambangan batu bara di Indonesia pada tahun lalu.
 
Pendapatan BUMA pada tahun lalu mencapai USD693 juta pada tahun lalu, lebih dari separuh dari pendapatan Pamapersada, dengan total aktiva USD581,3 juta. Sementara produksi batu bara Buma mencapai 36,4 juta ton dengan pemindahan tanah 261,3 juta bcm.
(ade)
TWITTER »
twit