Getting time...

RI Akan Manfaatkan Sektor Properti & Pariwisata

Candra Setya Santoso - Okezone
Selasa, 12 Januari 2010 13:50 wib
Ilustrasi. Foto: Koran SI
Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - Indonesia akan memanfaatkan peluang yang ada khususnya sektor properti dan pariwisata, dalam acara kongres ke 61 Federal Real Estate International (FIABCI).
 
Hal ini dilakukan agar perekonomian Indonesia ke depannya terdorong. Pasalnya, sejumlah investor kelas kakap di seluruh dunia, dipastikan akan hadir pada agenda Mei mendatang.
 
"Ditunjuknya Indonesia sebagai penyelenggara kongres dunia FIABCI merupakan kebanggaan sekaligus menjadi tantangan besar untuk menjadikan ajang properti internasional sebagai momentum yang mendorong ekonomi," ujar Menteri Perumahan Rakyat Soeharso Monoarfa, di sela-sela konferensi pers Kongres ke 61 FIABCI, di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
 
Sekadar mengingatkan, pemerintah berencana membolehkan kepemilikan asing di sektor properti. Potensi investasi langsung dari luar negeri dengan dibukanya sektor ini diperkirakan USD3 miliar setiap tahun.
 
"Ini baru perkiraan awal saya tapi sangat mungkin (investasi masuk) mencapai dua kali lipatnya (USD6 miliar) setiap tahunnya," katanya.
 
Mengingat besarnya potensi investasi tersebut, kata dia, pemerintah memprioritaskan penyelesaian kebijakan terkait hal itu setelah menyelesaikan program 100 hari. Pada Februari nanti, akan mulai dilakukan pembahasan secara mendalam sehingga pada pertengahan tahun regulasi mengenai hal itu sudah tuntas.
 
"Kita sudah melakukan pembicaraan dengan Menko Perekonomian dan Setneg, namun masih informal. Kita juga masih menerima berbagai masukan terkait soal ini dan akan dimatangkan segera sehingga dapat dibahas secara resmi," tuturnya.
 
Suharso menegaskan, regulasi tersebut masih harus diperjelas dan dipertajam. Sementara itu, Ketua Umum BPP DPP Real Estate Indonesia Teguh F Satria mengatakan, kongres tersebut akan berdampak positif dan diharapkan mampu mendongrak penjualan properti dan menggerakan properti dan pariwisata Indonesia. "Tidak hanya itu, akan menggerakan sektor tenaga kerja dan sektor rill," katanya.
 
Sebagai informasi, melalui pertemuan di Dubai November 2009 lalu, Indonesia terpilih sebagai tua rumah penyelenggara kongres dunia ke 61 FIABCI, setelah mengungguli Norwegia sebagai salah satu kandidat kuat lainnya. Terpilihnya Indonesia ini, melewati tahapan yang tidak mudah dan melalui dua kali voting tanggal 7-8 Oktober di Dubai.
 
Seyogyanya, Indonesia telah menjadi tuan rumah pada 1998, tetapi kemudian dibatalkan karena reformasi dan suasana yang tidak kondusif saat itu.
 
Selain Menpera, turut hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Bidang Properti Kadin James Riady, Ketua Umum DPP REI/ Presiden FIABCI Indonesia Teguh F Satria, Ketua Panitia Kongres Kongres ke 61 FIABCI.
 
Tak tanggung-tanggung, dalam kongres 61 FIABCI yang diagendakan di Nusa Dua, Bali pada 24-28 Mei mendatang, panitia akan mendatangkan para pembicara dan tokoh dunia untuk membagikan pengalamannya, di antaranya Executive Director & CEO Temasek Madame Ho Ching, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Gubenur Propinsi Chongching, China Po Si Lai, dan Chairman Evergrande Real Estate Group sebagai perusahaan properti terbesar yang terdaftar di bursa efek Hong Kong Xu Jiayin.
(ade)
TWITTER »
twit