Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi valuta asing sebesar USD2 miliar. Hasil penjualan dari penawaran ini akan dipakai untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Depkeu) Rahmat Waluyanto mengatakan, transaksi tersebut merupakan penerbitan program Global Medium Term Notes (GMTN) RI yang sudah ditambah nominalnya pada 5 Januari 2010.
"Penawaran ini terdiri atas satu seri sebesar USD2 miliar untuk jangka waktu 10 tahun," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Obligasi global ini akan jatuh tempo Maret 2020 dengan tingkat imbal hasil sebesar enam persen, harga 99,044 persen, dan kupon 5,875 persen.
Transaksi ini menghasilkan kelebihan permintaan sebesar 2,3 kali atau USD4,5 miliar. Alokasi berdasarkan jenis investor adalah Asset Management 69 persen, Bank 14 persen, Asuransi 11 persen, dan investor ritel atau individu enam persen.
Partisipasi investor dalam negeri mencapai tujuh persen dari pemesanan akhir. Rating RI adalah Ba2 (stable) dari Moody's, BB- (positive) dari S&P, dan BB (stable) dari Fitch. Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners transaksi ini adalah Barclays Capital, Citi, dan Credit Suisse.
(Meutia Rahmi /Koran SI/ade)