Sri Mulyani Awali Rapat Pansus dengan Senyuman

Candra Setya Santoso - Okezone
Rabu, 13 Januari 2010 11:01 wib
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani terbukti memang wanita tangguh. Saat menghadiri rapat panitia khusus (pansus) hak angket Century di gedung DPR, tidak tampak wajah tegang atau tertekan menghiasi raut wajahnya.
 
Sri Mulyani tiba di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2010) pada pukul 10.35 WIB dan langsung memasuki ruang K1 DPR-RI. Dia datang dengan mengenakan baju terusan berwarna hitam yang dibalut blazer merah maroon bermotif bunga.
 
Senyuman yang tak lepas dari wajahnya itu, membuat dirinya terlihat segar dan mantap mengikuti rapat pansus Century hari ini. Tak seperti hari-hari biasanya di DPR, kehadiran Sri Mulyani mendapat pengamanan ketat sudah terlihat mulai dari pintu parkir motor dan mobil.
 
Sesaat setelah memasuki ruang rapat, Menkeu langsung menyalami anggota pansus, kemudian langsung duduk di kursi panas dengan senyuman khasnya. Dipanggilnya Sri oleh pansus DPR hari ini dihadiri oleh ratusan wartawan. Setelah itu, mantan ketua KSSK ini diambil sumpahnya.
 
Sebagai informasi, kedatangan Sri ke DPR dalam rangka sebagai saksi terkait pemeriksaan kasus Bank Century oleh pansus. Kemungkinan besar, dirinya akan ditanyai seputar perannya dalam bailout Century.
(ade)
  • yeyen » 0 Tanggapan
    Do'a saya menyertaimu untuk selalu tegar disetiap menjawab pertanyaan pansus yang begitu antusias ingin mencari kesalahan ibu..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • puji naimah » 0 Tanggapan
    menkeu sri mulyani adalah wanita yang sangat hebat...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Taufik Yulianto » 0 Tanggapan
    Wajar saja lha wong dia seorang Menteri apalagi sudah sering yang namanya rapat kerja bareng DPR. Justru yang patut dikomentari adalah segenap komponen bangsa lainnya, mengapa ? karena banyak diantara kita hanya memberikan statement sebatas informasi sepenggal-sepenggal, baru baca di koran, dengar berita di radio, nonton berita di televisi, sudah berkomentar seolah menghakimi bahwa Bu menteri harus di hukum padahal belum tentu bersalah. Toh masih dalam proses Pansus, yang jelas statement yang banyak beredar saat ini lebih pada banyak dipengaruhi dendam, rasa sakit hati dll yang lebih parah kalau cuma ikut-ikutan. Statement2 yang cuma mendiskreditkan justru cepat membakar jiwa2 muda , yang katanya kaum intelektual, akan tetapi etika saja tidak diperhatikan apalagi pandangan dari segi keilmuan mereka. Kaum intelektual saat ini levih hoby berdemo ketimbang belajar dikampus untuk segera menyelesaikan studinya, tidak sadar kalau mereka itu dimanfaatkan orang2 tak bertanggungjawab. Sudah banyak informasi yang mengatakan bahwa setiap aksi Demo dimanapun ada sponsornya, jadi jelas singkat kata apa yang disuarakan para pendemo itu tidak murni m,enyuarakan kepentingan rakyat karena suaranya sudah dibeli. Akhirnya saya cuma bisa berharap bahwa persoalan skandal Centuri ini selekasnya selesai, Tuhan tunjukanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Cobalah kalau kita berada di posisi Menkeu Sri Mulyani atau Wapres Boediono. Maka dari itu biarkanlah proses itu berjalan sebagaimana mestinya, kalau anak bangsa di luar Pansus juga melakukan tindakan, maka berarti anda sudah tidak percaya lagi sama wakil rakyat. Ketika Wakil rakyat sudah tidak dipercaya rakyatnya, untuk apalah para wakil rakyat masih betah di gedung Dewan, kalau cuma sandiwara yang dipertontonkan, hanya untuk menarik simpati pada periode Pemilu mendatang maka yakinlah persoalan Centuri takkan menemui penyelesaian. Wahai anak bangsa mari kita hormati proses yang sedang berjalan di Pansus Centuri. jadilah penonton, pendengar, penyimak, pengamat yang bijak dalam menyikapi segala persoalan. Salam...!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tommy » 0 Tanggapan
    Lanjutkan korupsi demi kroni dan lanjutkan penderitaan rakyat karena tidak akan pernah terungkap kalau masih SBY budiono menjabat
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit