Foto: Koran SI.
JAKARTA - Saat ini, jumlah investor yang tercatat di pasar modal telah naik sebanyak 10 persen jika dibandingkan dengan pertengahan tahun lalu.
"Investor kita sudah 370 ribu, naik 10 persen dari pertengahan tahun lalu," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito dalam konferensi pers di sela acara Pembukaan Perdagangan dan Penandatangan MoU BEI-Hipmi, di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Karena itulah, saat ini pihaknya melakukan penandatanganan MoU dengan Hipmi. Di mana diharapkan dapat mendorong jumlah investor tersebut menjadi dua juta investor.
"Dalam jumlah investor, kita masih ketinggalan jauh dari Thailand, serta Malaysia," tuturnya.
BEI juga berjanji untuk memberikan bantuan jika ada dari anggota HIPMI yang akan melakukan pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO).
"Kita akan membantu HIPMI jika akan melakukan IPO, menjadi kewajiban BEI untuk 'menjadi narasumber' proses IPO seperti apa, apa yang harus disiapkan, dalam proses sendiri dibantu oleh lembaga pasar modal apa," tuturnya.
Sementara itu, Ketua HIPMI Erwin Aksa mengungkapkan jika saat ini jumlah investor tersebut tidak sampai satu persen. Hal yang sama juga terjadi dengan jumlah emiten, yang relatif masih sedikit.
Untuk itu, ia mendorong HIPMI untuk ikut aktif dalam berinvestasi di pasar modal. "Sangat disayangkan kalau pemodal dalam negeri tidak ikut dalam investasi pasar modal. Serta tidak boleh ketinggalam untuk investasi juga di sektor riil," ungkapnya.
(rhs)