Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyerahkan DIPA Kementerian ESDM Tahun 2010 dan pembekalan pelaksanaan APBN tahun anggaran 2010 kepada para pengelola APBN.
Tujuan dilaksanakannya pemberian ini agar pengelola APBN tahun anggaran 2010 segera mengambil langkah-langkah antisipasi agar pelaksanaan anggaran dapat berjalan lancar dan penyerapan dapat optimal sesuai peraturan perundang-undangan.
“Dengan diserahkannya DIPA secara resmi, diharapkan dapat mengakselerasi realisasi kegiatan program pembangunan yang telah disusun/direncanakan secara matang," tukas Darwin, seperti dikutip dari siaran persnya, di Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Menurutnya, ini merupakan tanggung jawab dan kesungguhan dalam melaksanakan program kerja dan mengelola anggaran tahun 2010 yang merupakan amanat dari rakyat, agar APBN dikelola secara transparan, profesional, proporsional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
Total anggaran DIPA Kementerian ESDM tahun 2010 tercatat sebesar Rp7,79 triliun atau naik sebesar 16,3 persen dibandingkan DIPA 2009 sebesar Rp6,7 triliun (belum termasuk DIPA program stimulus fiskal APBN 2009 sebesar Rp500 miliar).
Realisasi anggaran DIPA Kementerian ESDM 2009 tercatat sebesar Rp6,7 triliun (92 persen) termasuk DIPA program stimulus fiskal APBN 2009 sebesar Rp500 miliar.
Ini berarti peran Kementerian ESDM cukup besar dalam melaksanakan pembangunan melalui belanja pemerintah dalam rangka mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Dengan anggaran tersebut, kinerja Kementerian ESDM dapat dibanggakan, di antaranya menghasilkan prestasi sektor ESDM dalam menyumbangkan penerimaan negara pada 2009 diperkirakan sebesar Rp235 triliun.
Pada 2009, meskipun ditandai oleh lesunya perekonomian global akibat krisis keuangan negara-negara maju, namun realisasi investasi sektor ESDM di Indonesia masih cukup tinggi dan diperkirakan mencapai USD19,3 miliar.
Dampak efek berantai investasi di sektor ESDM terhadap penyerapan tenaga kerja diperkirakan meningkat menjadi 1,77 juta jiwa dibandingkan pada 2008 sebanyak 1,71 juta jiwa.
(ade)