Getting time...

Kemacetan Gara-Gara Karut Marut Infrastruktur

Widi Agustian - Okezone
Rabu, 13 Januari 2010 15:10 wib
Jalan Tol. Foto: Astra Bonardo/Koran SI
Jalan Tol. Foto: Astra Bonardo/Koran SI
JAKARTA - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyalahkan kondisi infrastruktur Indonesia yang sangat parah, sehingga membuat masyarakat, khususnya di DKI Jakarta, banyak menghabiskan waktunya di jalan.
 
Bahkan, parahnya kondisi infrastruktur di Indonesia ini membuat Menteri ESDM Darwin Z Saleh tidak jadi bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Masayuki Naoshima, di mana alasan Darwin saat itu karena macet.
 
"Artinya kita sangat kehilangan waktu karena infrastruktur di Indonesia yang sangat parah dan perlu pembangunan besar-besaran di jalan. Dengan terminologi jalan layang, dan jalan tol harus dibangun juga," katanya.
 
Seperti diketahui, Darwin dijadwalkan bertemu dengan Naoshima, namun karena terjebak macet, Darwin tiba terlambat. Alhasil dia pun disindir. "Itu menunjukkan bahwa Indonesia perlu dibantu untuk perbaikan infrastruktur jalan," demikian pernyataan Menteri Masayuki Naoshima, beberapa waktu lalu.
 
Ini merupakan pertemuan lanjutan setelah skenario awal pertemuan di Kantor Kementerian ESDM batal, juga dengan alasan yang sama, yaitu macet. Selanjutnya, Darwin pun menyusul Masayuki ke Grand Hyatt.
 
Ada dua pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut, yaitu terkait undangan untuk menghadiri pertemuan para menteri energi negara-negara APEC di Fukui, Jepang pada Juni mendatang.
 
Selain itu, juga dibahas pembicaraan ke depan yang lebih intens di tingkat dirjen mengenai policy-dialogue. Darwin menunjuk Dirjen Migas Evita Legowo untuk mewakili Indonesia. Meski sempat terlambat, namun baik Darwin dan Masayuki puas dengan hasil pertemuan itu.
(ade)
TWITTER »
twit