Pengamat dari Econit Hendri Saparini. Foto: Koran SI
JAKARTA - ECONIT memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 sebesar 5,7 persen. Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding 2009, bahkan bila dibandingkan dengan prediksi pemerintah.
Pertumbuhan tersebut akan dicapai dengan strategi yang hampir sama dengan tahun lalu yakni didorong oleh konsumsi masyarakat, harga komoditas dan high cost debt, serta banjirnya hot money.
Demikian disampaikan Ekonom ECONIT Hendri Saparini, dalam acara Econit Advisory Group: Economic Outlook 2010 "A Year of The Judgement", di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Selain itu, pemerintah juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga SBI sebesar 8-9 persen di 2010. "Kebijakan suku bunga tinggi ini juga akan dipertahankan untuk antisipasi perkiraan inflasi tinggi, ancaman pelemahan nilai tukar dan untuk menahan terjadinya gelombang capital inflow," jelasnya.
Sedangkan untuk inflasi, diperkirakan akan jauh lebih tinggi dari tahun lalu yaitu sebesar 6-7 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh ancaman kenaikan harga yang diatur pemerintah seperti harga BBM, kenaikan TDL, dan harga pupuk.
ECONIT menilai bahwa tingkat pemulihan ekonomi di 2010 relatif rendah dibanding potensinya dan diprediksi akan kembali berkualitas rendah.
"Ekonomi Indonesia akan mengalami pemulihan yang lamban tetapi dengan tingkat pertumbuhan yang mediocre kualitas pertumbuhan yang rendah," pungkasnya.
(ade)