Ilustrasi. Foto: Corbis
SHANGHAI - Pengelolaan dana kekayaan negara China bisa mendapat keuntungan melebihi 10 persen dari investasi 2009. Kinerja ini membaik dibandingkan 2008 yang tercatat hanya untung 6,8 persen.
Kinerja BUMN investasi China, China Investment Corp (CIC), membaik seiring munculnya tanda-tanda pemulihan ekonomi dan keuangan global.
“Investasi CIC akan berkembang dan mungkin akan berinvestasi di sektor kereta api cepat di Amerika Serikat (AS) dan portofolio murah di luar negeri,” kata sumber di CIC seperti dikutip dari Shanghai Securities News, kemarin.
CIC melaporkan laba bersih USD23,1 miliar di 2008. Total aset mencapai USD297,5 miliar pada akhir 2008. CIC merupakan BUMN yang membantu Pemerintah China untuk menginvestasikan sebagian cadangan devisa Negeri Panda yang tercatat USD2,27 triliun di September 2009.
Sebagian besar dana CIC diinvestasikan di instrumen berpendapatan rendah seperti obligasi Pemerintah AS. Sebagian dana telah dialihkan untuk investasi di bahan mentah dan energi terbarukan.Strategi ini dilakukan setelah investasi CIC di sektor keuangan AS seperti Morgan Stanley dan Blackstone Group hancur karena krisis global.
Penurunan Saham Berlanjut
Harga saham Asia melanjutkan pelemahan yang terjadi pada Selasa. Keputusan Bank Sentral China (PBOC) meningkatkan persyaratan modal sebesar 0,5 atau 50 basis poin dan menaikkan imbal hasil surat utang satu tahun menjadi 1,8434 persen membuat pasar kecewa.
Keputusan PBOC dinilai mengakhiri kebijakan pendanaan mudah dan murah, serta menekan pendapatan sektor properti. Pasar menilai, pertumbuhan China 2010 akan terhambat.
”Ini adalah reaksi pertama dari pembentukan gelembung di China. Kali ini dampaknya cukup besar, tapi China akan bekerja keras untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Mereka akan tidak ingin menggelincirkan itu,” kata manajer investasi Tanrich Securities Jackson Wong. Indeks saham gabungan Shanghai (SSEC) kemarin ditutup melemah 3,09 persen menjadi 3.172,658.
Ini penurunan sehari tertinggi dalam tujuh pekan terakhir dan level terendah sejak 25 Desember. Nilai perdagangan saham AS di Shanghai tercatat 197 miliar yuan (USD28,9 miliar) atau tertinggi sejak 4 Desember.
Sementara itu, sebanyak 652 saham mengalami penurunan dan 245 membukukan keuntungan. Indeks acuan Hang Seng (HSI) turun 2,59 persen atau 578,04 poin menjadi 21.748,60.
Nilai perdagangan di Hong Kong naik menjadi 97,62 dolar Hong Kong (USD12,59 miliar) atau tertinggi sejak 27 November. Bursa Jepang, Nikkei, juga ditutup melemah 1,32 persen. Penurunan lebih didorong oleh anjloknya saham Japan Airline (JAL) sebesar 81 persen. Bursa Sydney juga turun sebesar 31,4 poin atau 0,64 persen menjadi 4.868,1.
Penurunan dipimpin oleh saham-saham sumber daya seiring kekhawatiran investor pengetatan moneter China akan berdampak pada ekspor Australia.
“Investor kecewa dengan peningkatan persyaratan rasio modal bank yang lebih cepat dari perkiraan dan ada kekhawatiran pengetatan moneter China lanjutan sehingga Investor menjadi lebih hati-hati di masa mendatang,”kata analis Citic Securities Yu Jun. (ahmad senoadi)
(Koran SI/Koran SI/ade)