Foto: Corbis
BRUSSELS - Produksi industri Zona Euro pada November 2009 naik satu persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan November 2008 terjadi penurunan 7,1 persen.
Sementara,produksi industri 27 negara Uni Eropa (UE) secara bulanan naik 0,9 persen dan tahunan (year on year/yoy) turun 6,4 persen. "Dibandingkan Oktober,terjadi pertumbuhan 1,8 persen di Zona Euro untuk produksi barang tahan lama seperti lemari es dan televisi, tapi turun 2,2 persen untuk energi,” kata Kantor Statistik UE Eurostat kemarin.
Secara bulanan, produksi di 16 dari 20 negara Uni Eropa naik meski secara tahunan mengalami penurunan. Secara spesifik kenaikan tertinggi terjadi di Prancis sebesar 1,2 persen, dibanding Oktober yang hanya turun 0,6 persen. Sedangkan Jerman naik 0,7 persen, membaik dari bulan sebelumnya minus 1,8 persen. Sementara produksi Inggris hanya tumbuh stagnan 0,3 persen.
Di bagian lain, Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ ECB) kemarin menggelar pertemuan internal dengan fokus membahas masalah keuangan di Yunani dan negara lainnya yang mengalami tekanan ekonomi. "Sejak pasar perbankan sudah semakin pasti, tingkat bunga utama masih tetap pada rekor rendah 1,0 persen.
Boleh dibilang yang paling ditunggutunggu dari konferensi pers bulan Januari adalah apa yang disampaikan Presiden ECB Jean-Claude Trichet tentang Yunani,” ujar ekonom Deutsche Bank Mark Wall. Meskipun 16-negara zona euro tidak lagi dalam resesi, krisis keuangan telah memperburuk kesenjangan fiskal antara para anggotanya sehingga mendorong ECB untuk memperkecil gap fiskal antarnegara.
"Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol harus meningkatkan konsolidasi anggaran jauh lebih banyak dari pada negara-negara inti di Eropa,” ujar Kepala Ekonom Commerzbank Joerg Kraemer.
(Yanto Kusdiantono/Koran SI/css)