Foto: Corbis
JAKARTA - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menguat pada penutupan sesi kedua akhir pekan ini, meskipun saat pagi ini terpantau melemah. Naiknya harga batu bara ternyata tidak menjamin kinerja keuangan PT Bumi resources Tbk (BUMI) juga akan naik selama 2010 ini. Pasalnya, BUMI masih memiliki kontrak yang di-carry over sejak dua tahun lalu.
Terpantau, pada perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi pertama ini, harga saham BUMI turun Rp50 atau setara 1,74 persen ke level Rp2.825 per lembar sahamnya.
Menurut research analyst Bhakti Securities Reza Nugraha, mengatakan sentimen positif di regional Asia akan menjadi penopang IHSG untuk hari ini. Selain itu, optimisme akan sektor industri di China dan kembali melamahnya dollar AS juga menyebabkan kenaikan harga komoditas terutama minyak mentah, meski harga komoditas metal melemah.
"Support and resistent BUMI terpantau menguat," ujarnya, saat berbincang kepada okezone, di Jakarta, Jumat (15/1/2010).
Sekadar mengingatkan, BUMI berhasil meraup produksi batubara triwulanan tertingginya pada triwulan III 2009 sebesar 17,5 juta ton. Pencapaian produksi ini setara dengan 70 juta ton apabila dihitung secara tahunan. Menurutnya, produksi BUMI ini akan dengan mudah melampaui 60 juta ton pada tahun ini.
Padahal sebelumnya, acuan produksi BUMI untuk tahun buku 2009 sebesar 58 juta ton atau 10 persen lebih tinggi dari produksi aktual 52,8 juta ton pada tahun 2008.
Sejak Januari hingga September 2009, produksi dan penjualan BUMI yang dapat dicapai masing-masing sebesar 44,5 juta ton dan 41,2 juta ton, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008 yaitu sebesar 37,5 juta ton dan 37,9 juta ton. (wdi) (rhs)