Foto : Heru Haryono/okezone.com
JAKARTA - Pemulihan ekonomi dunia pada 2010 akan berimbas pada pertumbuhan investasi dalam negeri yang diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,1 persen. Meskipun demikian, prediksi tingkat pertumbuhan investasi portofolio dan investasi langsung akan berbeda.
Untuk investasi portfolio akan terjadi pertumbuhan yang relatif tinggi tidak berbeda jauh dengan tahun 2009. Namun, untuk investasi langsung meskipun pemilu telah berlalu, situasi ekonomi global maupun dalam negeri masih akan vulnerable di tahun 2010,” ujar Ekonom Econit Hendri Saparini, dalam buku Econit Economic Outlook 2010 yang dikutip okezone, di Jakarta, Sabtu (16/1/2010).
Di sisi lain, sudah sejak lima tahun terakhir tidak ada perbaikan yang cukup signifikan pada iklim investasi sehingga diprediksi investor asing akan kembali memilih untuk menahan investasi langsung. Tahun lalu Penanaman Modal Asing (PMA) justru akan mengalami pertumbuhan negatif 28 persen meskipun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) akan tetap positif.
“Hambatan investasi 2010 memang cukup banyak. Selain fasilitas infrastruktur yang tidak memadai, juga tidak adanya kepastian hukum dan korupsi yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi,” tambahnya.
Memasuki tahun 2010, pemerintah SBY sangat yakin, bahwa pertumbuhan positif adalah prestasi pemerintah dalam mengelola ekonomi. Sehingga akan menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2010. Bahkan disebutkan pertumbuhan ekonomi 2010 bukan hanya didorong konsumsi swasta tetapi juga pertumbuhan investasi.
Dengan demikian, optimisme untuk target tersebut akan tercapai didasari oleh strategi menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II untuk menghilangkan berbagai masalah hambatan investasi di Indonesia. (adn)
(rhs)