Getting time...

Staco Tak Akan Dijual ke Bank Mandiri

Minggu, 17 Januari 2010 18:34 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Perusahaan asuransi PT Staco Jasapratama tidak akan dijual ke Bank Mandiri. Pasalnya, porsi kepemilikan Bank Mandiri di perusahaan asuransi tersebut sudah cukup besar.

“Saya pikir Bank Mandiri tidak akan mengakuisisi Staco Jasapratama. Kepemilikan Bank Mandiri sudah terlalu besar di perusahaan asuransi itu,” ungkap ungkap Presiden Direktur Tugu Pratama M Afdal Bahaudin selepas Media Gathering di Hotel Santika Bogor, Sabtu (16/1/2010).

Pemegang saham Staco yang hendak menjual kepemilikannya adalah PT Tugu Pratama Interindo, yang merupakan anak perusahaan PT Tugu Pratama Indonesia. Sementara PT Tugu Pratama Indonesia merupakan anak usaha PT Pertamina (persero). Sedangkan pemegang saham terbesar Staco saat ini adalah Dana Pensiun Bank Mandiri dengan kepemilikan sebesar 28,56 persen.

Pemegang saham lainnya, Yayasan Kesejahteraan Pensiunan BDN (14,70 persen), dan Tugu Pratama Interindo (13,18 persen). Sisa saham Staco, tersebar di berbagai tangan, seperti Dana Pensiun (Dapen) Pertamina, Dapen Jamsostek, Dapen Taspen dan Quartasonni Puteri.

Sebelumnya, dalam rencana bisnis bank (RBB) Bank Mandiri pada tahun ini ada rencana untuk mengakuisisi sebuah perusahaan asuransi umum. Namun hingga saat ini, perusahaan belum mengumumkan asuransi mana yang akan diakuisisi.

Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo membantah telah mengakuisisi sebuah perusahaan umum. Nyatanya, bank beraset terbesar di Indonesia itu hanya menambah kepemilikan saham di perusahaan asuransi PT Axa Mandiri.

“Bank Mandiri saat ini hanya menambah kepemilikan saham sebesar 2 persen di Axa Mandiri dari 49 persen menjadi 51 persen. Sehingga porsi tersebut menyebabkan Bank Mandiri menjadi saham pengendali (mayoritas),” ungkap Agus.

Hingga saat ini, Agus masih bungkam terkait RBB Bank Mandiri untuk menguasai perusahaan asuransi tersebut. Walau dikabarkan sudah menyiapkan dana Rp100 miliar, Agus tetap tidak mengatakan kapan dan siapa yang akan diakuisisi. “Kami akan lihat barangnya dulu,” pungkasnya.
(Didik Purwanto/Koran SI/css)
TWITTER »
twit