Foto: Koran SI
JAKARTA - Kabar burung lagi-lagi menghampiri emiten batu bara grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Produsen batu bara kelas wahid ini akan melego penerbitan saham barunya dan bakal mendongkrak sahamnya tembus level Rp3.000 per lembarnya.
"Kabar tersebut sudah jauh-jauh hari tersiar. Jika BUMI bisa melegonya di atas harga pasar, bisa saja harga sahamnya naik tembus level Rp3.100 per lembarnya," ujar research analyst Bhakti Securities Reza Nugraha, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (18/1/2010).
Dana hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk mendukung pembiayaan PT Recapital Advisors dalam mengakuisisi 90 persen saham PT Berau Coal senilai USD1,52 miliar. “Aksi korporasi itu sangat positif namun sudah direspons positif pada perdagangan kemarin,” imbuhnya.
Meski obligasi ini merupakan utang, tapi karena tujuannya baik, tidak akan berpengaruh negatif pada saham sejuta umat ini. Apalagi, BUMI memiliki karakteristik jika beritanya buruk, justru naik.
Namun demikian, dibandingkan saham pertambangan batubara lainnya, memang saham BUMI paling berisiko dari sisi rasio utang terhadap ekuitasnya. Tapi, jika dilihat demand terhadap emiten ini, akan membuat harga sahamnya bertahan pada posisi penguatan.
Di samping itu, pergerakan saham Grup Bakrie agak berkontraksi. Di semester kedua tahun lalu mengalami penurunan dan semester ini merupakan momentumnya penguatan grup ini. “Tidak selalu segaris lurus dengan sentimen lain, karena sekarang pun sentimennya lagi naik,” timpalnya.
Pada saat yang sama, banyak broker asing yang meng-upgrade BUMI ke level Rp3.800 hingga Rp4.000 di semerter pertama tahun ini. Sedangkan sentimen dari BUMI yang tengah mempersiapkan rencana penerbitan surat utang USD300-400 juta, menurutnya sudah terfaktorkan di pasar.
(css)