Harga Minyak Anjlok, BUMI & ADRO Kena Imbasnya

Candra Setya Santoso - Okezone
Senin, 18 Januari 2010 10:18 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Pergerakan dua saham emiten kelas kakap PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Energi Tbk (ADRO) tegantung harga minyak serta pergerakan bursa kawasan regional. Terpantau, harga minyak mentah di kawasan Asia kian melemah di kisaran USD77 per barel, sedangkan pergerakan bursa di kawasan regional juga terpantau melemah.

"Ada dua faktor pergerakan saham-saham batu bara dan tentunya berimbas ke saham BUMI dan Adaro, yakni harga minyak dan bursa regional yang terpantau melemah," ujar research analyst Bhakti Securities Reza Nugraha, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (18/1/2010).

Selain itu,  harga batubara di China sangat tinggi di level yang cukup tinggi serta faktor January effect, menjadi pendukung saham-saham sektor pertambangan hari ini.

Bursa regional bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 201,07 poin atau setara 1,83 persen ke posisi 10.781,125, indeks Shanghai Composite di China turun 19,38 poin ke posisi 3.204,772, dan indeks Hang Seng jeblok 295,53 poin ke posisi 21.358,63. Begitu pula indeks Seoul Composite juga turun 6,21 poin ke level 1.695,59.

BUMI saat ini memiliki batas support di kisaran level Rp2.650 per lembarnya. Sementara itu, keberadaan investor asing akan melakukan pembelian secara bertahap atas BUMI. Hari ini Rp100 miliar dan besoknya Rp100 miliar. Demikian juga seterusnya.

Harga komoditas di regional saat ini, sudah mulai beranjak naik sehingga saat ini aksi jenuh datang. “Apalagi, pada dasarnya tren pergerakan harga minyak masih berada dalam penguatan,” paparnya. Artinya, koreksi harga minyak saat ini hanya bersifat teknis.
(css)
TWITTER »
twit