Foto: Ade/okezone.com
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap USD diprediksi akan melemah dalam semester I-2010 ini. Hal tersebut karena mulai terlihatnya kestabilan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada waktu tersebut.
"Rupiah akan bergerak di kisaran Rp9.500-Rp9.700 per USD pada semester I-2010 ini. Dengan kestabilan ekonomi AS, maka akan terjadi dana asing keluar (capital outflow) di pasar," ungkap Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ikhsan, selepas acara Global Research Briefing 2010, di Hotel Four Season Jakarta, Senin (18/1/2010).
Rinciannya, rupiah akan tertekan menjadi Rp9.700 per USD pada kuartal I-2010 dan mulai agak membaik di kisaran Rp9.500 per USD pada kuartal II-2010.
Fauzi mengira pergerakan rupiah tersebut merupakan hal yang fluktuatif. Apalagi akan sangat tergantung dari kondisi bursa saham Asia sekaligus bursa saham Amerika. Itulah sebabnya, risiko krisis global jilid II akan berpotensi terjadi kembali pada semester I-2010 ini.
"Risiko krisis global jilid II kemungkinan besar akan terjadi pada semester I tahun ini. Hal itu disebabkan karena ketidakpastian pemulihan ekonomi global AS," tambah Fauzi.
Namun risiko terjadi krisis global jilid II kemungkinannya kecil, lanjut Fauzi, jika kebijakan Gubernur Sentral AS masih menerapkan suku bunga acuan The Fed di kisaran 0,25 persen sampai akhir tahun. Apalagi suku bunga acuan Euro tetap satu persen hingga akhir tahun dan suku bunga acuan yen tetap 0,1 persen hingga akhir tahun ini.
Selama ini, kebijakan The Fed menetapkan bunga acuan rendah justru memicu aliran dana asing masuk (capital inflow) yang besar ke emerging market dengan pertumbuhan ekonomi tinggi termasuk Indonesia.
"Automatis dengan pelemahan nilai tukar rupiah di semester I-2010 tersebut berpotensi menaikkan suku bunga acuan BI (BI Rate). Kemungkinannya BI rate akan naik sebesar 100 bps menjadi 7,5 persen pada periode yang sama. Rinciannya akan naik 50 bps di kuartal I-2010 dan 50 bps di kuartal II-2010," katanya.
Namun, di kuartal III-2010 kondisi global akan lebih parah lagi sehingga berpotensi ada penguatan Rupiah sekaligus penurunan BI rate kembali. Lanjut Fauzi, Rupiah akan naik menjadi Rp9.300 per USD di kuartal III-2010 dan menjadi Rp8.900 per USD pada kuartal IV-2010.
"Kondisi kuartal IV-2010 Indonesia diuntungkan karena suplai USD lebih banyak dari rupiah sehinga dolar anjlok kembali," pungkasnya. (Didik Purwanto/Koran SI/ade)