Getting time...

China-India Tingkatkan Investasi

Rabu, 20 Januari 2010 07:08 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
BEIJING - China kemarin menyerukan penguatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan India. Kemitraan antar kedua negara berpenduduk terbesar di dunia tersebut menunjukkan soliditas kekuatan ekonomi negara masing- masing.

"Skala dan level kerja sama perdagangan bilateral saja dari cukup untuk menggambarkan besarnya dua ekonomi. Ini adalah potensi terbesar yang memiliki ruang untuk menumbuhkan investasi antara dua negara," kata Menteri Perdagangan China Cheng Deming saat konferensi pers bersama Menteri Perdagangan India Anand Sharma di Beijing kemarin. Nilai perdagangan antarnegara emerging marketitu sepanjang 2009 mencapai USD43,4 miliar, turun dari USD51,8 pada 2008. Jumlah tersebut hanya berkontribusi sebesar dua persen dari perdagangan China ke seluruh dunia.

Sebelumnya, saat berbicara pada sebuah forum ekonomi, perdagangan, dan investasi yang diikuti pebisnis China dan India beberapa waktu lalu, Chen menyatakan akan mengeliminasi kekurangan dan bekerja sama untuk menyeimbangkan hubungan dagang kedua negara. "China dan India adalah tetangga bersahabat dan mitra kerja sama yang kooperatif. Kami bukan musuh atau pesaing,"kata Chen. India sendiri mengalami defisit perdagangan dengan China sebesar USD16 miliar pada 2009,naik dari USD11,2 miliar dibanding tahun sebelumnya.

"Keseimbangan ekspor impor sangat penting dan surplus kadang membuat susah mencapai kesepakatan," ungkap Sharma. "Sejujurnya kami sudah mendiskusikan semua isu dan kebijakan yang diperlukan untuk menjamin bahwa keseimbangan kemitraan perdagangan antara China dan India,"tambahnya. Sharma menambahkan, Beijing juga telah mendorong perusahaan- perusahaan India terutama di bidang farmasi, teknologi, dan konstruksi untuk bekerja sama dengan partner lokal agar lebih mudah mendapatkan akses di China.

Porsi perdagangan India ke China, 90 persen di antaranya merupakan produk komoditas yang tidak memiliki nilai tambah. New Delhi ingin mengubah skema perdagangan mereka dengan meminta China membeli produk-produk manufaktur yang lebih bernilai tinggi. Sharma dan timnya diharapkan bisa mendorong Beijing untuk menghapus berbagai hambatan nonperdagangan yang mengakibatkan rendahnya nilai tambah ekspor barang ke China. New Delhi menginginkan hambatan di bidang teknologi informasi dan obat-obatan dihilangkan untuk menambah akses pasar yang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan India.

Seorang sumber yang dekat dengan pemerintah menyatakan, selama beberapa periode China sukses menyuplai peralatan pembangkit listrik ke India. Untuk itu,India kini meminta Beijing membalasnya dengan menghilangkan hambatan itu jika China ingin terus menikmati akses pasar yang menguntungkan di India di masa mendatang. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/css)
TWITTER »
twit