Ilustrasi: Mata Uang Rupiah (Foto: Heru Haryono-Okezone)
JAKARTA - PT PP (Persero/PEPE) menargetkan perolehan dana initial public offering (IPO) sebesar Rp832 miliar agar dapat memperkuat ekuitas persero menjadi Rp1,2 triliun yang akan dilaksanakan Februari 2010.
"Kami mengharapkan ekuitas PT PP dapat ditingkatkan menjadi Rp1,2 triliun dari hasil IPO," kata Direktur Utama PT PP Musyanif, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Selain itu, investor dari perusahaan konstruksi, properti, dan infrastruktur ini menyampaikan minatnya untuk membeli saham persero berkode emiten PEPE sebesar lebih dari Rp200 miliar dengan kisaran harga Rp750-Rp800 per saham.
Musyanif mengatakan, dari hasil IPO nantinya sebanyak 41 persen atau sekira Rp341 miliar akan dipergunakan untuk memperkuat modal kerja, sedangkan sisanya 59 persen Rp491 miliar untuk investasi.
Penambahan modal kerja, dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas perusahaan untuk mendapatkan proyek-proyek konstruksi baik di dalam maupun luar negeri. Perusahaan pada 2010 akan mendapatkan pekerjaan di sektor konstruksi senilai Rp16,6 triliun terdiri dari Rp3,6 triliun yang sedang dikerjakan, Rp13 triliun pekerjaan baru.
Dana tersebut menyangkut pekerjaan konstruksi yang akan diselesaikan pada 2010, stadion olahraga di Riau, pembangkit listrik Paiton di Jawa Timur, serta proyek jalan APBN.
PP juga menyatakan telah menyusun rencana pengembangan perseroan antara lain, kerja sama dengan Jasa Marga untuk pembuatan ruas jalan tol di daerah sekitar Jakarta dan luar Jakarta. Bahkan perseroan juga telah memenangkan proyek besar di bidang energi yakni proyek PLTU milik anak perusahaan PT Krakatau Steel senilai Rp3,3 triliun.
Kemudian, selama 2010 pihak PP akan lebih banyak menggarap proyek pemerintah termasuk BUMN sebanyak 70 persen, sedangkan lainnya untuk swasta. Terkait pendapatan yang masih kecil pada semester pertama, Musyanif mengatakan, menyesuaikan dengan pekerjaan proyek-proyek pemerintah yang baru cair dananya pada pertengahan Juni.
Setelah itu biasanya baru dikebut sehingga pendapatan kelihatan melonjak di akhir tahun. PP juga dipercaya perusahaan asing terutama Jepang dan Korea untuk bekerja sama (joint operation) menggarap sejumlah proyek di Indonesia yang dibiayai pinjaman luar negeri.
"Kami sudah biasa bekerja sama dengan kontraktor dengan reputasi dan kaliber internasional seperti Kajima, Taisei, dan TOA untuk menggarap proyek konstruksi skala besar (di atas Rp100 miliar)," ujarnya.
Bahkan di Jedah, PP dipercaya perusahaan besar Bin Laden untuk membangun dua proyek sekaligus dengan nilai masing-masing Rp250 miliar, dan telah mempercayakan tambahan paket pekerjaan senilai Rp1 triliun.
(ade)