Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan bila harga jual batu bara perseroan ke PLTU Suralaya untuk pasokan 2010 disepakati menjadi Rp685 ribu per ton dengan total volume 5,5 juta ton.
Hal tersebut diungkapkan Head of Investor Relations PTBA, Nurtimah Tobing, dalam siaran persnya seperti dikutip okezone, di Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Perseroan telah menyepakati volume pasokan batubara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya untuk 2010 adalah sebanyak 5,5 juta ton. "Saat ini telah disepakati bahwa volume pasokan batu bara PTBA ke PLTU Suralaya untuk 2010 adalah sebesar minimal 5,5 juta tin, dengan penambahan volume maksimal 10 persen," katanya.
Sebelumnya, PT Indonesia Power, anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengembangkan PLTU Suralaya dikabarkan akan merevisi kontrak pembelian batu bara untuk kebutuhan PLTU Suralaya dari PTBA yang semula sebesar 6,1 juta ton menjadi 4,4 juta ton per tahun.
Sesuai dengan kontrak yang disepakati, PTBA seharusnya memasok 6,1 juta ton batu bara setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan PLTU Suralaya, Banten berkapasitas 1x600 MW.
Persoalan harga jual antara kedua perusahaan itu sempat mencuat ke permukaan ketika PTBA meminta penyesuaian harga jual batu bara kepada Indonesia Power.
Namun, negosiasi tidak tuntas. Bahkan, Indonesia Power sempat membeli batu bara di pasar spot untuk memenuhi kebutuhan PLTU Suralaya karena terjadinya kekurangan pasokan dari perusahaan itu pada 2007.
(ade)